Tokoh Publik Wajib Umumkan Hasil Tes Corona, Ridwan Kamil: Potensi Super Gede

Reporter : Ahmad Baiquni
Senin, 30 November 2020 17:01
Tokoh Publik Wajib Umumkan Hasil Tes Corona, Ridwan Kamil: Potensi Super Gede
Dengan statusnya, tokoh publik banyak berinteraksi dengan ratusan mungkin ribuan orang.

Dream - Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, buka suara terkait penolakan pembukaan hasil tes Covid-19 ke publik oleh pimpinan FPI, Habib Rizieq Shihab. Menurut dia, tokoh publik wajib mengumumkan kondisi kesehatannya usai menjalani tes usap nya agar tidak menimbulkan bahaya bagi masyarakat.

" Kalau dia tokoh publik punya kewajiban (membuka informasi), kalau bukan tokoh publik, memang tidak ada pengaruh besar, tapi kalau publik maka ada ratusan mungkin ribuan orang yang pernah berinteraksi harus mewaspadai," ujar Ridwan.

Ridwan mengatakan jika hal itu tidak dilakukan maka terdapat potensi bahaya sangat besar. " Tanpa informasi itu, maka ada ancaman bagi epidemiologi atau istilahnya potensi super super gede," ucap dia.

Selanjutnya, Ridwan menjelaskan setiap hasil swab akan masuk ke data Satgas Covid-19 di kabupaten dan kota. Lalu, diinput ke sistem dan menjadi data pusat.

 

1 dari 5 halaman

Tujuan Data Diumumkan

Setelah itu data, tanpa menyebutkan identitas pasien, akan diumumkan secara terbuka. Tujuannya agar publik mengetahui perkembangan pandemi dan penangananannya.

" Makanya diumumkan, ada berapa jumlah orang setiap hari yang sembuh, yang sakit, dan meninggal karena datanya dari rumah sakit. Jadi alur itu pasti ada," ucap Ridwan.

Terkait kasus Rizieq Shihab, Ridwan mengatakan hal itu masih bisa diatasi oleh Satgas Covid-19 Kota Bogor. Sehingga Provinsi belum perlu turun tangan.

" Selama masih bisa ditangani oleh satgas kota kabupaten, itu kewenangannya. Menjadi tugas provinsi pada saat level lokalnya tidak sanggup mengurusi," kata dia.

(Sah, Sumber: Merdeka.com/Aksara Bebey)

2 dari 5 halaman

Kasus Covid-19 Melonjak, Jokowi: Jateng dan DKI Jakarta Perlu Perhatian Khusus

Dream - Presiden Joko Widodo meminta para menteri dan sejumlah lembaga terkait untuk terus fokus pada penanganan Covid-19, menyusul terjadinya lonjakan kasus sangat tinggi dalam beberapa hari terakhir, terutama di Jawa Tengah dan DKI Jakarta.

" Saya ingatkan ada dua provinsi yang menurut saya perlu perhatian khusus karena peningkatan dalam minggu ini, dalam dua hingga tiga hari ini peningkatannya sangat drastis sekali, yaitu Jawa Tengah dan DKI Jakarta," ujar Jokowi dalam rapat terbatas, Senin 30 November 2020.

Jokowi juga meminta Menteri Dalam Negeri untuk mengingatkan para gubernur, bupati, dan wali kota, agar benar-benar memegang penuh kendali di wilayah masing-masing. Terutama berkaitan dengan penanganan pandemi Covid-19 serta masalah ekonomi.

" Tugas kepala daerah melindungi keselamatan warganya dan sudah saya sampaikan, keselamatan rakyat adalah hukum tertinggi dengan memegang angka-angka kasus, kasus aktif, angka kesembuhan, angka kematian, dan indikator-indikator ekonmi yang ada," kata Jokowi.

3 dari 5 halaman

Kasus Covid-19 Memburuk

Jokowi menambahkan, menurut data per 29 November 2020, kasus aktif di Indonesia mengalami peningkatan menjadi 13,41 persen. Angka tersebut memang masih lebih baik dibandingkan rata-rata dunia namun meningkat dibandingkan pekan sebelumnya.

" Tetapi hati-hati ini lebih tinggi dari rata-rata minggu yang lalu. Minggu yang lalu masih 12,78 sekarang 13,41," kata Jokowi.

Kondisi yang sama terjadi pada data kesembuhan. Jokowi mengatakan tingkat kesembuhan di Indonesia turun menjadi 83,44 persen dibandingkan pekan sebelumnya sebanyak 84,03 persen.

" Ini semuanya memburuk semuanya, karena adanya tadi, kasus yang memang meningkat lebih banyak di minggu-minggu kemarin," kata dia.

 

Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.

4 dari 5 halaman

Dinyatakan Positif Covid-19, Wagub DKI Jakarta Riza Patria Isolasi Mandiri

Dream - Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria, dinyatakan positif Covid-19 berdasarkan hasil tes usap (swab test) pada Jumat, 27 November 2020. Riza kini menjalani isolas mandiri sesuai petunjuk dokter.

" Alhamdulillah, meskipun hasil testing pada Jumat kemarin menunjukkan positif Covid-19, namun kondisi saya tetap dalam keadaan baik dan terkendali," ujar Riza dalam keterangan tertulis.

Riza mengatakan seluruh staf Pemprov DKI telah menjalani tes usap. Demikian pula dengan keluarga Riza sendiri.

" Sebagaimana prosedur kesehatan yang telah ditetapkan WHO, bagi setiap pasien terkonfirmasi positif Covid-19 wajib melakukan isolasi mandiri dan tetap dalam pengawasan tenaga kesehatan, baik di level puskesmas hingga rumah sakit," kata Riza.

5 dari 5 halaman

Dua Kali Tes

Riza sebelumnya telah menjalankan tes usap sebanyak dua kali. Tes pertama pada Kamis, 26 November 2020 menunjukkan hasil negatif.

Riza kembali menjalani tes pada Jumat. Tetapi, tes kali ini hasilnya positif Covid-19.

Dari hasil pelacakan kontak oleh Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Riza tertular dari staf pribadinya. Staf tersebut sendiri tertular dari lingkungan keluarganya.

" Jadi, temuan positif Covid-19 ini adalah dari lingkungan pekerjaan, di mana ada staf saya yang tertular dari klaster keluarganya. Ini tentu menjadi perhatian kita semua untuk lebih menjaga kedisiplinan protokol kesehatan hingga di dalam keluarga sekalipun," ucap dia.

Lebih lanjut, Riza berharap masyarakat DKI Jakarta lebih disiplin dalam menerapkan protokol 3M dengan memakai masker, menjaga jarak menghindari kerumunan serta mencuci tangan. Dia pun meminta doa kesembuhan dari masyarakat.

" Jangan ragu dan takut untuk saling mengingatkan protokol 3M. Tetap tingkatkan iman, imun, dan aman bahkan hingga di dalam lingkup keluarga kita," ucap dia.

 

Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.

Beri Komentar