Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
Dream - Riset Jakarta Islamic Centre (JIC) mengenai penyelanggaraan majelis taklim kitab kuning secara online menunjukkan tren positif. Kepala Divisi Pengkajian dan Pendidikan JIC, Rakhmad Zailani Kiki, mengatakan, pengajian online itu populer di kalangan warga DKI Jakarta.
”Peminat terhadap majelis taklim kitab kuning online ini cukup banyak dan terus bertambah karena dia memiliki beberapa kelebihan dibandingkan dengan majelis taklim konvensional," ujar Kiki, dalam keterangan tertulisnya, Rabu 20 Maret 2019.
Kiki mengatakan, media yang digunakan penyelenggara majelis taklim kitab kuning online cukup beragam, yaitu menggunakan laman, blog dan media sosial, sepeti YouTube, Instagram, dan Facebook. Selain itu, peminat majelis taklim kitab kuning ini juga dimudahkan karena tak lagi memerlukan biaya dan tenaga untuk hadir di lokasi.
" Waktu belajar juga bisa disesuaikan oleh peserta didik dan pembelajaran bisa diikuti oleh ribuan bahkan jutaan peserta didik di manapun berada dalam satu waktu," kata dia.
Penulis buku Khazanah Ulama dan Habaib Betawi, Habib Ali Yahya, mengatakan, meski bersifat online, peserta yang mengikuti pengajian perlu menjaga adab laiknya taklim konvensional.
Ali mengimbau, agar penyelenggara majelis taklim kitab kuning online tetap mengadakan kegiatan tatap muka langsung, bisa diawal atau di akhir pengajian
Dari riset yang digelar, beberapa laman dan media sosial mampu menarik pengunjung belajar kitab kuning secara online. Berikut diantaranya,
1. YouTube Majelis taklim kitab kuning online dengan pengajar Dr KH Ahmad Lutfi Fathullah; 164 Channel yang diselenggarakan oleh LTN PB NU; dan Rumah Fiqih di bawah Pimpinan Ustaz Ahmad Sarwat, Lc.
2. Website: salingsapa.com/salingsapa.tv ; dan tv.nu.or.id yang dikelola oleh LTN PB NU
3. Blog: https://yayasanalmuafah.wordpress.com
4. Facebook: Majelis Dzikir Samsi Syumus Indonesia; dan Majlis Al-Muwasholah
5. Instagram: ZAWIYAH.ARRAUDHAH (Pondok Pesantren Tahfizd Quran AR-Raudhah wa Zawiyah ar-Raudhah Ihsan Foundation) Pimpinan: Ustadz Muhammad Danial Nafies; dan Ma'had Aly Zawiyah yang dipelopori oleh Almarhum Abuya KH Saifuddin Amsir.
Pada acara pemaparan hasil riset dan diskusi ini juga diperkenalkan majelis taklim kitab kuning online dengan alamat, www.zawiyahjakarta.or.id yang baru memulai pengajiannya di hari Rabu, 20 Maret 2019 dengan kurikulum ma`had aly.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya