Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - Januar Arifin alias Begeng tersangka penculik dan pembunuh seorang bocah bernama Jamaluddin, sejak Minggu, 7 Februari telah ditahan di Polresta Depok.
Meski telah ditetapkan tersangka, Begeng mengaku tak membunuh korban.
Menurut keterangan Begeng, dia hanya diperintahkan orang lain untuk membawa bocah itu ke rumahnya di Jalan H Albaido RT 014/09, Nomor 62, Kelurahan Lubang buaya, Kecamatan, Cipayung, Jakarta Timur, pada Sabtu, 6 Februari 2016.
Setelah itu, pada tengah malam, ada dua orang yang namanya tidak mau disebutkan oleh Begeng masuk ke rumahnya dan menemui Jamal di dalam kamarnya.
" Saya gak tahu anak itu diapain aja sama mereka di kamar. Soalnya saya di luar," ujar Begeng.
Begeng bercerita, sejak Jumat, 5 Februari 2016, dia diancam oleh kedua orang itu untuk membawa Jamal ke rumahnya di Lubang Buaya. Ancaman katanya dilakukan melalui via sms.
" Kalau saya gak mau, saya mau dimatiin sama mereka. Jadi bukan saya yang bunuh Jamal," ujar dia.
Menurut Kapolresta Depok, Komisaris Besar Polisi Dwiyono, polisi tidak mengejar pengakuan pelaku dalam setiap kasus pembunuhan Jamal.
Sebab, semua bukti dan fakta yang ada memastikan jika Begeng terlibat dalam kasus tewasnya Jamal.
" Apakah ada pelaku lainnya itu masih kami dalami," ujar Dwiyono, Selasa 9 Februari 2016.
Selain itu kata dia, polisi juga masih mendalami motif pelaku. Tetapi, dia masih menunggu hasil visum dan otopsi dari Tim Labfor di RS Polri Sukanto Kramatjati, Jakarta Timur.
" Kami juga mendalami kemungkinan adanya kekerasan seksual yang dialami oleh korban yang masih dibawah umur. Tapi, semuanya akan dilihat dari hasil otopsi laboratorium forensik," ujar dia
Seperti diketahui sebelumya, Jamaluddin, bocah kelas I SDN Beji 03, diculik dari rumahnya di Jalan H Asmawi, No 64 RT 08/15, Beji, Depok, Sabtu, 6 Februari siang, sepulang sekolah.
Bocah berumur tujuh tahun itu akhirnya ditemukan tewas tak bernyawa di kamar mandi rumah penculiknya Januar Arifin Alias Begeng.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya