Ada Bukti DPR Tak Pernah Bahas Pasal 18 Ayat 3 PKPU
Dua Survei, Dua Wajah Kepuasan pada Pemerintah
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya
AXIS Nation Cup 2026 Hadirkan Grand Final Futsal Pelajar, Laga Para Juara dengan Panggung Musik di Istora Senayan
Anak Ditinggal Sendirian saat Masih Kecil, Di Mana Batas Kebebasan dalam Pola Asuh?
Benarkah Sarden Kalengan Bukan Makanan Olahan? Ini Penjelasannya
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%
Keshav Kumar, Bocah Penderita Kelainan Genetis Di India (mirror.co.uk)
Dream - Anjali Kumari dan adiknya, Keshav Kumar sebenarnya masih berusia anak-anak. Tetapi, keduanya justru terlihat seperti manusia lanjut usia.
Dua bocah asal Ranchi, Jharkand, India ini ternyata mengidap Progeria. Suatu kelaninan genetis yang menyebabkan tubuh menua lebih cepat.
Kelainan itu juga disebut dengan penyakit Cutis Laxa, yang menurut para dokter di India tidak dapat disembuhkan.
Anjali dan Keshav tinggal bersama ayah mereka Shatrughan Rajak, 40 tahun, ibu Rinki Devi, 35 tahun dan seorang kakak perempuan Shilpi, 11 tahun. Shilpi adalah satu-satunya anak pasangan itu yang hidup normal.
Lantaran kelainan itu, Anjali dan Keshav dijuluki 'orang tua' oleh anak-anak yang lain. Kedua kerap mendapat ejekan ketika terlihat di jalanan.
" Saya tahu saya berbeda dengan anak-anak seusia saya. Saya punya perbedaan bentuk wajah, tubuh yang berbeda, segalanya berbeda," kata Anjali kepada MailOnline.
" Saya punya wajah bengkak sementara yang lain di dunia tampak normal. Orang-orang kerap melihat saya dan selalu mengejek," ujar Anjali.
Sementara anak-anak sekolah selalu memanggil dia dengan julukan 'daadi Amma' (nenek), 'budhiya' (wanita tua), 'bandariya' (monyet), dan 'hanuman'.
Orangtua mereka sangat berharap kelainan anaknya dapat disembuhkan. Tetapi, sebagian besar dokter di India menyarankan agar mereka membawa kedua anak ini berobat ke luar negeri.
Sang ayah, Shatrughan, hanya memiliki penghasilan sebesan 4.500 rupee, setara Rp903.000 setiap bulan dari pekerjaan sebagai tukang cuci. Tetapi dia berharap kedua anaknya bisa sembuh.
" Kami bermimpi ada obat untuk anak-anak saya," kata dia.
" Orang-orang di lingkungan kami memanggil mereka tua dan itu sangat memilukan. Kami sudah mencoba meminta bantuan kepada dokter lokak tapi mereka mengatakan satu-satunya harapan adalah ke luar negeri," ucap dia.
(Ism, Sumber: mirror.co.uk)
Advertisement
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%



Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya