Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
Dream - Aksi penganiayaan siswi SMP di Pontianak berinisial A memasuki babak baru. Polisi menetapkan tiga orang tersangka siswi SMA masing-masing berinisial FZ, TP, dan NN.
Polisi menyebut aksi penganiayaan itu tidak dilakukan secara bersama-sama. Informasi ini membantah kabar yang menyebut korban mengalami penganiayaan.
" Memang benar kami melakukan perkelahian, tapi tidak ada pengeroyokan, apalagi sampai 12 orang mengeroyok satu. Juga tidak mencolok organ vital," kata salah satu pelajar.
Dalam kasus ini polisi telah menangkap tujuh orang terduga pelaku.
Salah satu terduga pelaku, mengaku meminta maaf atas tindakannya ke A. " Saya meminta maaf atas perlakuan saya terhadap ABZ, saya menyesali kelakuan saya ini," kata dia.
Beberapa orang terduga pelaku mengklaim sebagai korban. Sebab, banyak pihak keliru menuduhnya sebagai pelaku kekerasan.
" Saya dituduh sebagai pelaku, padahal saya tidak di lokasi. Bagaimana media mengatakan saya sebagai provokator," kata siswi itu, dilaporkan Liputan6.com, Jumat, 12 April 2019.
Tujuh siswa itu mengaku mendapat intimidasi dan ancaman di media sosial. Atas dasar itu pula, mereka mengaku sebagai korban.
Dari keterangan para terduga pelaku, kekerasan terhadap A terjadi karena sakit hati. A disebut kerap mengungkit-ungkit persoalanan piutang yang pernah dilakukan almarhumah ibu tersangka.
" Dia suka bilang bahwa mama saya suka pinjam uang," kata salah satu tersangka.
Selain itu, motif lain yang muncul yaitu, sindiran A yang diunggah di media sosial. Sindiran itu dialamatkan ke salah satu tersangka.
Pernyataan sejumlah terduga pelaku juga menyibak awal mula aksi kekerasan yang terjadi. Seorang tersangka membantah tuduhan menjemput A. Dia menyebut justru A yang minta dijemput.
Kepala Bidang Humas Polda Kalimantan Barat, AKBP Donny Charles Go, mengatakan tidak ada kekerasan seksual dalam aksi pengeroyokan ini.
" Hasil visumnya sudah keluar, tidak seperti yang viral di luar. Artinya, di area kewanitaan korban itu tidak ada yang aneh, normal, tidak ada luka," kata Charles.(Sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya