Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Museum Keris Nusantara Di Surakarta, Jawa Tengah (Foto: Liputan6.com/Fajar Abrori)
Dream - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mengirim 1.211 koleksi keris ke Museum Keris Nusantara di Surakarta, Jawa Tengah. Keris-keris serta benda pusaka lain yang dikemas dalam delapan kotak kayu itu dipindahkan melalui jalur darat.
Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, pengiriman tersebut diiringi dengan pelaksanaan ritual adat Jawa menggunakan sesajen tertentu.
Ritual itu di antaranya dengan membakar dupa dan menyiapkan berbagai perlengkapan sesajen lainnya selama perjalanan
Mobil ekspedisi yang mengirim keris tersebut juga mendapatkan pengawalan khusus.
" Ritualnya untuk pengiriman ke sini dengan membawa sajen, membakar dupa dan ritual lainnya," ucap Kepala UPT Museum Dinas Kebudayaan (Disbud) Solo, Bambang MBS di Museum Keris Nusantara.
Selain membawa berbagai sesajen, Bambang mengatakan selama proses perjalanan rombongan juga menghindari jalur Jembatan Tuntang, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah. Ini agar terhindar dari gangguan secara gaib di kawasan itu.
Dari hasil diskusi spiritual, daerah itu disebut rawan dengan hal-hal gaib.
" Menghindari Jembatan Tuntang dengan lewat jalur alternatif lainnya. Ya, biar semuanya lancar tidak ada gangguan di jalan, seperti sopir kesurupan atau kantuk saat menyetir. Ini kearifan lokal," ujar dia.
Begitu sampai di ruang transit Museum Keris Nusantara, bau dupa menyambut keris-keris tersebut. Benda-benda pusaka milik Direktorat Cagar Budaya dan Permuseuman Kemendikbud itu awalnya merupakan hasil sitaan Direktorat Bea dan Cukai.
(Sumber: Liputan6.com/Fajar Abrori)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya