Belajar dari SBY, Begini Cara Ubah Janji Kampanye Menjadi Program Nyata Pemerintahan
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Wakapolri Komjen Syafruddin
Pelemparan Alquran itu isu, kata Syafruddin.
Dream - Wakapolri Komjen Syafruddin membantah kericuhan di Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok pada Jumat, 10 November 2017 disulut adanya pelemparan Alquran.
"Mako Brimob sudah selesai. Jadi begini, saya perlu luruskan ya. Tidak ada yang aparat yang menjaga di Mako Brimob yang melakukan dengan isu-isu tentang Alquran, tidak ada," kata Syafruddin di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Senin 13 November 2017.

Syarifuddin menjelaskan, peristiwa itu muncul karena para terpidana di Mako Brimob tak terima ponsel miliknya disita. Sebab, selama ini para terpidana diketahui kerap menggunakan ponsel untuk tujuan berkomunikasi.
"Tidak ada yang lain, itu dicatat, tidak ada yang lain, itu isu (pelemparan Alquran), bullshit," ucap dia.
Syafruddin juga membantah adanya bendera ISIS saat kericuhan terjadi.
"Itu di videonya, itu bisa saja dikirim ya melalui HP, karena hape-nya yang tersita," ujar dia.
(Sah)