Belajar dari SBY, Begini Cara Ubah Janji Kampanye Menjadi Program Nyata Pemerintahan
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Wakapolri Komjen Syafruddin (Foto: Dream.co.id/Muhammad Ilman Nafi'an)
Intelejen polisi masih mendalami keterkaitan dengan jaringan teroris.
Dream - Markas Polres Dharmasraya, Sumatera Barat terbakar pada Minggu dini hari, 12 November 2017. Dua orang ditetapkan polisi sebagai pelaku pembakaran, yaitu Eka Fitra dan Enggria Sudarmadi.
Wakapolri Komjen Syafruddin mengatakan, salah satu pelaku pembakaran merupakan anak seorang perwira Polri. Meski begitu, dia tidak menjelaskan pelaku mana yang orang tuanya anggota Polri.
"Iya betul (ada anak perwira Polri), tapi yang bersangkutan sudah lama meninggalkan rumahnya dan sudah tidak ada hubungan dengan orang tuanya," kata Syafruddin di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Senin 13 November 2017.
Syafruddin menuturkan saat ini penyidik juga sedang memeriksa keluarga pelaku untuk mengungkap motif di balik peristiwa tersebut.
"Orang tuanya juga dilakukan investigasi secara mendalam," ucap dia.
Mantan Kepala Lembaga Pendidikan Polri ini belum dapat menjelaskan apakah pelaku peristiwa tersebut masuk dalam jaringan terorisme atau tidak.
"Jangan dulu menyimpulkan. Bisa saja kelompok tertentu, tapi indikasi ke situ (terorisme) ada. Tapi, belum disimpulkan Densus 88 dan aparat keamanan lainnya yang ada di Sumatera Barat. Intelijen kepolisian sedang melakukan investarisasi dan investigasi menyeluruh terhadap masalah ini," ujar Syafruddin.
(Sah)