Sabtu, 7 November 2026 Cari
News

Kiamat Diprediksi Terjadi 13 November 2026, Benarkah Dunia Tinggal Menghitung Hari?

Sabtu, 7 November 2026 06:00
Kiamat Diprediksi Terjadi 13 November 2026, Benarkah Dunia Tinggal Menghitung Hari?

© Gemini Generated Image

Penelitian yang dilakukan di tahun 1960 mencantumkan tanggal yang sangat spesifik dalam judulnya: Doomsday: Friday, 13 November, A.D. 2026.

DREAM.CO.ID - Jumat, 13 November 2026, disebut-sebut sebagai tanggal berakhirnya dunia. Klaim ini bukan berasal dari ramalan paranormal atau penafsiran kitab kuno, melainkan sebuah artikel ilmiah yang diterbitkan dalam jurnal Science pada 1960. Penelitian tersebut bahkan mencantumkan tanggal yang sangat spesifik dalam judulnya: Doomsday: Friday, 13 November, A.D. 2026.

Menjelang tanggal tersebut, isu prediksi kiamat kembali ramai dibicarakan. Sebagian unggahan media sosial menggambarkannya seolah-olah para ilmuwan telah menghitung hari terakhir umat manusia. Namun, benarkah penelitian berusia lebih dari enam dekade itu menunjukkan bahwa Bumi akan hancur pada 13 November 2026?

Faktanya, penelitian tersebut memang benar-benar ada. Namun, maknanya jauh berbeda dari gambaran kiamat yang beredar.

1 dari 4 halaman

Berawal dari Perhitungan Pertumbuhan Penduduk

Artikel ilmiah tersebut ditulis oleh Heinz von Foerster bersama Patricia M. Mora dan Lawrence W. Amiot. Ketiganya menerbitkannya pada 4 November 1960 di jurnal Science, volume 132, halaman 1291–1295.

Von Foerster merupakan ilmuwan Austria-Amerika yang menekuni fisika, ilmu komputer, dan sibernetika. Bersama dua rekannya, ia mencoba memahami bagaimana populasi manusia berkembang sepanjang sejarah dan apa yang mungkin terjadi apabila kecenderungan tersebut terus berlangsung.

Para peneliti mengumpulkan data perkiraan jumlah penduduk dunia dari berbagai periode sejarah, kemudian menyusunnya ke dalam model matematika. Mereka menemukan pola pertumbuhan yang disebut hiperbolik. Dalam pola ini, jumlah penduduk bukan hanya bertambah, melainkan laju pertambahannya juga semakin cepat.

Dengan mengekstrapolasi pola tersebut ke masa depan, model menghasilkan titik ketika jumlah penduduk secara matematis akan mendekati tak terhingga. Hasil perhitungannya menunjuk tahun 2026, lebih tepatnya sekitar 13 November.

Di sinilah istilah doomsday muncul. Namun, angka tak terhingga dalam model matematika bukan berarti manusia benar-benar akan memenuhi seluruh permukaan Bumi atau dunia mendadak hancur pada tanggal tersebut. Itu merupakan titik singularitas, yakni kondisi ketika model menghasilkan nilai ekstrem dan tidak lagi dapat menggambarkan kenyataan secara masuk akal.

2 dari 4 halaman

Ada Syarat Penting di Balik Prediksi Kiamat

Hal yang sering hilang dari unggahan media sosial adalah syarat yang ditulis langsung oleh para peneliti dalam judul artikel tersebut. Mereka menyatakan populasi manusia akan mendekati tak terhingga pada tanggal itu jika pertumbuhannya berlangsung seperti yang terjadi selama dua milenium terakhir.

Artinya, tanggal tersebut bukan ramalan tentang peristiwa yang pasti terjadi. Hasilnya bergantung pada asumsi bahwa pola pertumbuhan penduduk masa lalu terus berjalan dengan cara yang sama.

Bahkan, perhitungan asli mereka mencantumkan perkiraan titik matematis pada 2026,87 dengan ketidakpastian sekitar 5,50 tahun. Angka ini menunjukkan bahwa hasil model tidak sesederhana penentuan hari dan tanggal yang pasti, meskipun judul artikel menyebut 13 November 2026 secara spesifik.

Pembahasan para peneliti sebenarnya lebih dekat dengan persoalan pertumbuhan penduduk yang tidak terkendali, keterbatasan ruang, dan kemampuan masyarakat mempertahankan keseimbangan. Mereka juga membahas kemungkinan manusia mengendalikan tingkat kelahiran agar pertumbuhan penduduk tidak terus meningkat tanpa batas.

Dengan demikian, penelitian tersebut bukan peringatan bahwa asteroid akan menghantam Bumi, perang besar akan pecah, atau bencana tertentu akan terjadi pada 13 November 2026. Istilah kiamat digunakan untuk menggambarkan konsekuensi ekstrem dari model pertumbuhan penduduk.

3 dari 4 halaman

Kenyataan Pertumbuhan Penduduk Berubah

Enam dekade setelah penelitian itu diterbitkan, perkembangan demografi dunia menunjukkan bahwa asumsi pertumbuhan tanpa perubahan tidak berlangsung seperti yang diproyeksikan model.

Jumlah penduduk dunia memang meningkat, tetapi laju pertumbuhannya melambat. Penurunan angka kelahiran di banyak negara menjadi salah satu faktor penting. Perubahan pendidikan, urbanisasi, akses terhadap kontrasepsi, kondisi ekonomi, dan meningkatnya partisipasi perempuan dalam pendidikan serta pekerjaan ikut memengaruhi pola tersebut.

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) melalui laporan World Population Prospects 2024 memperkirakan jumlah penduduk dunia mencapai sekitar 8,2 miliar pada 2024. Angka tersebut diproyeksikan terus meningkat selama beberapa dekade, tetapi hanya mencapai puncak sekitar 10,3 miliar pada pertengahan 2080-an. Setelah itu, jumlahnya diperkirakan perlahan turun menjadi sekitar 10,2 miliar pada 2100.

PBB juga memperkirakan tingkat kesuburan global berada di sekitar 2,3 kelahiran per perempuan pada 2024. Angka ini menunjukkan perubahan besar dibandingkan masa ketika penelitian von Foerster diterbitkan.

Perkembangan tersebut menjelaskan mengapa model pertumbuhan penduduk dari 1960 tidak bisa diperlakukan sebagai gambaran pasti masa depan. Model matematika dapat membantu memahami kecenderungan berdasarkan data dan asumsi tertentu, tetapi hasilnya harus dievaluasi ketika kondisi nyata berubah.

4 dari 4 halaman

Jadi, Apakah Kiamat Terjadi pada 13 November 2026?

Tidak ada dasar dari penelitian von Foerster dan rekan-rekannya untuk menyimpulkan bahwa dunia akan berakhir pada 13 November 2026. Artikel tersebut merupakan kajian matematis tentang pertumbuhan penduduk, bukan ramalan kehancuran Bumi pada hari tertentu.

Penelitian itu tetap relevan sebagai pengingat bahwa pertumbuhan penduduk, sumber daya, teknologi, dan kemampuan manusia mengelola lingkungan saling berkaitan. Namun, hasil perhitungan yang bergantung pada asumsi tertentu tidak boleh diperlakukan sebagai kepastian.

Jadi, ketika Jumat, 13 November 2026 tiba, tidak ada alasan ilmiah untuk menganggapnya sebagai hari terakhir umat manusia. Tanggal tersebut lebih tepat dipahami sebagai hasil ekstrapolasi matematika dari penelitian tahun 1960 yang kemudian disalahartikan sebagai ramalan kiamat.

Daftarkan email anda untuk berlangganan berita terbaru kami