Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
Dream - Kementerian Luar Negeri saat ini akan terus memantau situasi dan kondisi politik di Lebanon.
Direktur Perlindungan Warga Negara Indonesia (WNI) dan BHI Kementerian Luar Negeri, Lalu Muhammad Iqbal, mengatakan berdasarkan penilaian Kedutaan Besar Republik Indonesia di Beirut, situasi masih aman.
"Tapi kami tetap lakukan langkah-langkah antisipasi seperti pendataan ulang WNI di Lebanon dan lainnya," ucap Iqbal melalui pesan singkat kepada Dream, Senin, 13 November 2017.
Data Kemlu RI menyebut saat ini terdapat 155 WNI di Lebanon. Jumlah itu terdiri dari keluarga staf KBRI dan pelajar yang menimba ilmu di Lebanon.
Selain itu juga terdapat 1.296 pasukan perdamaian PBB di bawah misi United Nations Interim Force in Lebanon (UNFIL).
Situasi politik di Lebanon memanas. Saat ini, Lebanon dan Arab Saudi terlibat perang urat saraf. Arab Saudi menuding Lebanon berkomplot dengan Iran dan menyerang negara mereka.
Laporan Al Jazeera menyebut, dalam pidatonya dari Riyadh, mantan Perdana Menteri Lebanon Saad al-Hariri mengatakan bahwa Iran menanam "kekacauan dan perusakan" di Lebanon.
Hariri juga mengatakan Iran telah ikut campur dalam masalah internal Lebanon dan juga negara-negara Arab lainnya.
Kepada Hizbullah, yang didukung oleh Iran, Hariri mengatakan, "Lengan Iran ... telah berhasil memaksakan kepercayaan di Lebanon melalui kekuatan senjata yang diberikan."
"Mereka telah membangun sebuah negara di dalam sebuah negara," kata Hariri dari Riyadh.
Tensi politik tinggi itu memuncak setelah Menteri Urusan Teluk Arab Saudi menyebut Lebanon telah menyatakan perang terhadap Arab Saudi. Pernyataan itu diikuti pemberlakukan travel warning oleh otoritas Arab Saudi terhadap warganya yang akan ke Lebanon.
Selain Arab Saudi, Uni Emirate Arab (UEA) dan Kuwait juga memberlakukan travel warning bagi warganya yang hendak ke Lebanon. (ism)
Advertisement

Berawal dari Penyakit Misterius dan Mayat Membusuk, Begini Sejarah Mitos Vampir yang Mendunia

3 Jenis Makanan yang Sebaiknya Dihindari Sebelum Olahraga, Menurut Ahli Gizi

IHSG Dibuka Menguat Tipis, Investor Waspadai Aksi Profit Taking

Sering Minum Boba? Ini 5 Dampaknya bagi Tubuh, dari Gula Darah hingga Asupan Antioksidan

Mengapa Ada Pusar Bodong dan Pusar Masuk? Ini Penjelasan Ilmiahnya

Mau Nonton Grand Final AXIS Nation Cup 2026? Ini Cara Daftar dan Datang ke Istora Senayan

Sambut Tren Warna 2027, JOTUN Hadirkan 24 Warna dalam Koleksi JOURNEYS