Di Balik 8 Kali Reshuffle Kabinet Prabowo
Kepuasan Publik Setelah Dua Tahun Prabowo-Gibran
Jalan Ekonomi Hijau Indofood
Orang Pintar Juga Bisa Luput Melihat dan Memahami Hal Sepele, Ini Penjelasan Ilmiahnya
JK di NIU: Transisi Energi Hijau Tak Mudah, Butuh Koloborasi Pemerintah dan Dunia Usaha
Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh
Cara Menyiapkan Mental Sebelum Melakukan Downsizing atau Downgrading, Hal Apa yang Harus Jadi Prioritas?
5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
Dream - Sejumlah pangeran dan pejabat Kerajaan Arab Saudi ditangkap dengan tuduhan terlibat praktik korupsi. Penangkapan dilakukan beberapa jam setelah Raja Salman bin Abdulaziz mengeluarkan perintah pembentukan Komite Anti-Korupsi yang dipimpin Putra Mahkota, Pangeran Mohammed bin Salman.
Meski jadi tersangka, para pangeran tersebut tidak lantas kehilangan kemewahan. Mereka, termasuk orang terkaya Saudi, Pangeran Alwaleed bin Talal, ditahan di penjara mewah, yaitu di hotel bintang lima Ritz Carlton Riyadh.
Fox News melaporkan, Alwaleed ditahan di Ritz Carlton bersama 10 pangeran dan 38 pejabat lainnya. Rumor beredar, mereka tetap mendapatkan akomodasi layaknya tinggal di hotel mewah.
Penangkapan tersebut cukup mengejutkan, mengingat para tersangka merupakan orang yang berada di dalam lingkaran kekuasaan. Meski begitu, ada yang menyangsikan penangkapan itu murni didasarkan pada upaya pemberantasan korupsi.
Sebabnya, mantan pemimpin Garda Nasional, Pangeran Miteb bin Abdullah, turut ditangkap. Selama ini, Miteb dianggap sebagai pesaing berat bagi Mohammed untuk memperebutkan takhta Putra Mahkota.
Sejumlah pengamat pun menyebut penangkapann 11 pangeran itu merupakan upaya Mohammed untuk mengkonsolidasikan kekuasaan. Dia dinilai berusaha menyingkirkan musuh-musuh politiknya yang dapat mengganggu jalan Mohammed meraih takhta tertinggi Saudi.