Cara Menyiapkan Mental Sebelum Melakukan Downsizing atau Downgrading, Hal Apa yang Harus Jadi Prioritas?
5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Pangeran Alwaleed Bin Talal, Pangeran Miteb Bin Abdullah, Pangeran Turki Bin Abdullah, Dan Mantan Menteri Keuangan Saudi Ibrahim Al Assaf (straistimes.com)
Dream - Berita menggemparkan datang dari Arab Saudi. Sebanyak 11 orang pangeran, empat menteri aktif dan 10 mantan menteri ditangkap oleh Komite Anti-Korupsi pimpinan Putra Mahkota Saudi, Pangeran Mohammed bin Salman Penangkapan pada Sabtu malam, 4 November 2017 waktu setempat atau Minggu pagi waktu Indonesia.
Dari beberapa pangeran yang diciduk, salah satu yang cukup mengejutkan adalah munculnya nama miliarder dan orang terkaya Saudi, Pangeran Alwaleed bin Talal. Dia terjerat sejumlah kasus.
Alwaleed dituding melakukan tindakan penyuapan, penggelapan dana, pencucian uang, serta penyalahgunaan wewenang.
Dikutip dari The Straits Times, pejabat kerajaan mengatakan Pangeran Alwaleed bin Talal yang merupakan keponakan Raja Salman bin Abdulaziz dan pemilik perusahaan investasi Kingdom Holding, menghadapi tuduhan pencucian uang, penyuapan, dan pemerasan pejabat.
Pangeran Miteb bin Abdullah, yang diberhentikan dari jabatan Kepala Badan Keamanan Nasional, dituduh melakukan penggelapan.
Tuduhan lain yaitu mempekerjakan karyawan bayangan dan memberikan kontrak pada perusahaannya sendiri, termasuk pengadaan alat komunikasi walkie-talkie senilai US$10 miliar, setara Rp135 triliun, serta pengadaan perlengkapan militer anti-peluru senilai miliaran riyal.
Mantan Gubernur Riyadh, Pangeran Turki bin Abdullah menghadapi tuduhan korupsi dalam proyek kereta Metro Riyadh. Dia juga dituduh memanfaatkan pengaruhnya untuk memberikan kontrak kepada perusahaannya sendiri.
Sementara Mantan Menteri Keuangan Ibrahim Al Assaf, yang juga anggota dewan direksi perusahaan minyak raksasa Saudi Aramco, dituduh menggelapkan dana proyek perluasan Masjidil Haram. Dia juga dituduh memanfaatkan kewenangan dan informasi dari pihak internal penggarap proyek untuk mendapatkan keuntungan dari transaksi pembebasan lahan.
(Sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia


5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang