Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Anies Baswedan
Dream - Pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta nomor urut 3, Anies Baswedan-Sandiaga Salahuddin Uno, bosan mengonfirmasi hoax alias kabar bohong yang ditujukan pada mereka. Untuk itu, mereka melakukan terobosan untuk menangkal beragam kabar tidak benar tersebut.
"Hari ini kami meluncurkan satgas anti-hoax dan dua situs untuk menangkis berbagai macam fitnah dan kampanye hitam yang menimpa kami," kata Anies Baswedan sebelum acara diskusi Stop Sebarin Hoax di Posko Pemenangan Anies-Sandi, Cicurug, Menteng, Jakarta, Senin 27 Maret 2017.
Ada dua laman yang diluncurkan: jakartamajubersama.com dan fitnahlagi.com. Satu laman berisi klarifikasi kabar hoax dan lainnya berisi pemaparan fakta dan klarifikasinya. Dua laman ini diklaim dapat menangkal kabar hoax.
"Mekanisme situs itu antara lain merespons, menjawab, dan mengklarifikasi beragam berita hoax. Kami nanti tunjukkan betapa banyaknya fitnah yang ditujukan kepada kami," kata Anies.
Sementara itu, Cawagub DKI Jakarta, Sandiaga Uno, berharap dua laman yang dibuat dapat menjadi rujukan untuk melaporkan kabar hoax ke polisi. "Kami bukan hanya mengindetifikasi, mengklarifikasi, tapi kami akan laporkan ke pihak yang berwajib melalui tim advokasi dengan Undang-Undang ITE," kata Sandi
Sandi mengatakan, penyebaran kabar hoax kerap menggunakan sosial media. Untuk itu, Sandi akan menggunakan mesin untuk memantau percakapan yang kerap beredar di media sosial.
"Kami sudah punya mesin untuk menangkap percakapan apapun tentang Anies-Sandi. Sehingga, kalau berita yang menyesatkan bisa langsung diklarifikasi dalam hitungan menit," ujar Sandi.
Sementara itu, ketua Satgas Stop Sebar Hoax, Razi Talib, mengaku sudah mengantisipasi berita hoax sejak bulan September 2016. Karena banyaknya penyebar berita hoax, dia membutuhkan tim khusus.
"Ya kalau serangan pribadi, ada gerakan sistematis, ada isu baru, hastag baru jadi. Jadi, Stop Sebarin Hoax ini untuk meng-counter isu hoax," ucap Riza.
Advertisement

Berawal dari Penyakit Misterius dan Mayat Membusuk, Begini Sejarah Mitos Vampir yang Mendunia

3 Jenis Makanan yang Sebaiknya Dihindari Sebelum Olahraga, Menurut Ahli Gizi

IHSG Dibuka Menguat Tipis, Investor Waspadai Aksi Profit Taking

Sering Minum Boba? Ini 5 Dampaknya bagi Tubuh, dari Gula Darah hingga Asupan Antioksidan

Mau Nonton Grand Final AXIS Nation Cup 2026? Ini Cara Daftar dan Datang ke Istora Senayan

Sambut Tren Warna 2027, JOTUN Hadirkan 24 Warna dalam Koleksi JOURNEYS

16 Tim Futsal Pelajar Siap Berlaga di Grand Final AXIS Nation Cup 2026, Ini Daftarnya