Geger Perempuan di India Imami Sholat Jumat Jemaah Pria

Reporter : Maulana Kautsar
Rabu, 31 Januari 2018 16:01
Geger Perempuan di India Imami Sholat Jumat Jemaah Pria
Kampanye persamaan hak harus tetap jalan, namun praktik keagamaan jangan sampai jadi lelucon.

Dream - Muslimah India, Jamida menghadapi hujatan dari umat Muslim di Negeri Taj Mahal itu. Pada Jumat, 26 Januari 2018, Jamida menjadi imam para jemaah laki-laki di sebuah masjid di Cherukode, distrik Malappuram, Kerala.

Dalam Islam, jemaah sholat laki-laki dan perempuan diharuskan dipimpin oleh imam laki-laki. Sementara itu, perempuan dapat memimpin jemaah sholat kaumnya sendiri.

Aksi Jamida itu, meski secara simbolik, berdampak panjang. Kelompok Muslim garis keras di wilayah Malappurram dianggap terlalu revolusioner dan menodai agama.

Presiden All India Muslim Women Personal Law Board, Shaista Amber mengatakan, meski banyak perempuan dalam keluarga Nabi Muhammad yang tercatat memimpin perang dan melakukan hal hebat, namun tak ada yang memberi contoh memimpin sholat wajib ataupun sholat jenazah.

Dalam sebuah wawancara dengan Firstpost, Amber mengatakan kampanye persamaan hak bagi perempuan harus tetap berjalan. Namun praktik keagamaan tidak boleh dijadikan lelucon.

Jamida merupakan Sekjen Alquran Sunnat Society, sebuah organisasi keagamaan sekte Ahle Hadist tentang Islam. Sekte ini unik karena percaya pada Alquran dan hanya hadits-hadits yang sesuai dengan ajaran Alquran.

Sultan Shahin, editor situs reformis Newageislam.com, mengatakan, " Sejauh yang saya tahu, tidak ada larangan dalam Islam tentang perempuan menjadi imam. Saya belum melihat teks Islam yang mengatakan bahwa wanita tidak dapat memimpin sholat."

Sejak sejarah Islam ditulis oleh laki-laki, kata Shahin, ada kemungkinan contoh para imam perempuan yang mungkin tidak tercatat.

Terlepas dari posisi doktrin Islam dalam masalah ini, penyebab kebebasan itu sendiri merupakan tujuan peradaban di zaman modern.

Gagasan memimpin sholat bagi para perempuan bukan hanya muncul dari Jamida. Profesor Amerika Serikat Amina Wadud memimpin sholat pria dan wanita pada 2005 di New York. Dalam sholat jemaah tersebut, perempuan berbaris di saf pertama.

(Sah)

 

Beri Komentar