Perguruan Tinggi di Wilayah Level 1-3 Bisa Terapkan Belajar Tatap Muka

Reporter : Razdkanya Ramadhanty
Minggu, 29 Agustus 2021 14:12
Perguruan Tinggi di Wilayah Level 1-3 Bisa Terapkan Belajar Tatap Muka
Menristek Nadiem Makariem, mengizinkan perguruan tinggi menggelar belajar tatap muka secara terbatas.

Dream - Kasus Covid-19 di beberapa daerah mulai menurun. Hal ini membuat Kemendikbud memberikan lampu hijau untukpembelajaran tatap muka.

Tak hanya untuk sekolah saja, Menteri Pendidikan, Nadiem Makariem, mengizinkan perguruan tinggi menggelar belajar tatap muka secara terbatas. Kondisi ini diizinkan bagi wilayah dengan PPKM Level 1 hingga 3.

“ Kami mendorong kampus-kampus yang berada di wilayah PPKM level satu sampai tiga untuk segera pertemuan tatap muka terbatas kepada mahasiswa. Sementara untuk daerah di level empat, masih harus belajar dari jarak jauh," ujar Nadiem Anwar Makarim dikutip dari kemendikbud.go.id, Minggu 29 Agustus 2021.

 

1 dari 5 halaman

Meski demikian, Nadiem meminta agar para mahasiswa yang mengikuti Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas untuk berkomitmen menjaga protokol kesehatan.

Ia juga mengingatkan bahwa perkuliahan PTM akan berbeda situasinya dengan saat sebelum pandemi Covid-19.

" Jadilah contoh bagi sesama mahasiswa, dosen, dan warga kampus lain untuk menjalankan protokol kesehatan secara disiplin. PTM terbatas ini juga membutuhkan komitmen teman-teman mahasiswa agar dapat berjalan sesuai rencana," ungkapnya.

2 dari 5 halaman

Sementara itu, Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi (Plt. Dirjen Diktiristek), Nizam mengimbau agar seluruh perguruan tinggi bersiap melakukan perkuliahan tatap muka terbatas. Khususnya bagi perguruan tinggi dan daerah yang telah memenuhi syarat.

" Saya minta kampus yang telah memenuhi syarat segera menyiapkan perkuliahan tatap muka terbatas dengan penerapan protokol kesehatan ketat," katanya.

Menurut Nizam salah satu keberhasilan penerapan protokol kesehatan adalah pada periode seleksi masuk perguruan tinggi di mana tidak ada kemunculan kasus baru Covid-19.

" Jika kita disiplin protokol kesehatan maka mobilitas mahasiswa tidak akan memunculkan klaster baru," katanya. (mut)

Sumber: kemendikbud.go.id

3 dari 5 halaman

Nadiem: Semua Sekolah Harus Siap Tatap Muka

Dream - Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Pendidikan Tinggi (Mendikbudristek), Nadiem Makarim, mengimbau seluruh sekolah di semua level PPKM agar segera mempersiapkan diri dalam menggelar PTM terbatas.

Menurutnya, persiapan tersebut guna mengantisipasi jika suatu daerah masuk ke PPKM Level 1-3, masih bisa melaksanakan PTM terbatas tanpa harus menunggu lama mempersiapkan diri.

“ Jadi saya selalu bilang, konsepnya sangat jelas semua sekolah harus siap tatap muka mulai hari ini! Maksudnya siap-siap tatap muka. Bahayanya semua daerah di level 4 enggak siap-siap, tiba-tiba dia jadi level 3 lalu dia perlu berminggu-minggu lagi untuk preparasi,” ujar Nadiem dikutip kanal YouTube DPR RI dalam acara Raker bersama Komisi X DPR RI, Rabu 23 Agustus 2021.

4 dari 5 halaman

Kriteria Sekolah Boleh Mengadakan PTM Terbatas

Dalam kesempatan tersebut, Nadiem juga menegaskan vaksinasi bagi guru, tenaga pendidik, serta siswa bukan syarat utama bisa digelarnya PTM terbatas. Seluruh sekolah yang daerhanya menerapkan PPKM Level 1-3 bisa mengadakan PTM terbatas.

" Saya ingin melakukan klarifikasi dan mohon dukungan. Saat ini yang boleh melakukan tatap muka (pembelajaran) adalah semua di PPKM Level 1-3 dan vaksinasi tidak menjadi kriteria atau harus menunggu vaksinasi dulu untuk boleh," ujar Nadiem.

Nadiem menjelaskan bahwa dari sekolah-sekolah yang berada di PPKM Level 1-3 mereka yang “ wajib” atau didorong untuk menyediakan opsi PTM Terbatas bagi siswa adalah bagi guru dan tenaga kependidikannya telah divaksin secara lengkap.

" Jadi yang wajib itu kriterianya kalau guru dan tenaga pendidiknya sudah divaksin dua kali. Merekalah yang wajib, terutama di kota-kota besar, seperti DKI dan Surabaya,” ujarnya.

5 dari 5 halaman

Imbauan

Nadiem mememperingatkan bahwa tiap sekolah yang hendak melangsungkan PTM terbatas untuk tidak tergesa-gesa.

Menurutnya, sekolah perlu mempersiapkan diri untuk memenuhi daftar periksa sebagaimana yang tercantum dalam SKB 4 Menteri tentang Pembelajaran di Tengah Pandemi Covid-19.

“ Tentunya waktu untuk menyiapkan daftar periksa itu akan makan waktu. Banyak sekolah-sekolah mungkin membutuhkan satu dua minggu untuk memenuhi daftar periksanya dan lain-lain,” katanya.

Beri Komentar