Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Chen Lecai Berjualan Mie Demi Biaya Berobat Anak (scmp.com)
Dream - Seorang ayah berjuang keras menjual ratusan mangkuk mie. Ini demi membiayai pengobatan anaknya berusia dua tahun yang menderita autisme.
Kisah Chen Lecai terdengar oleh sejumlah orang. Sebagian dari mereka memutuskan menjadi relawan dan membantu Chen membuka warung mienya di Changzhou, provinsi Jiangsu, Tiongkok.
Anak Chen didiagnosa menderita autisme ringan dengan gejala gangguan dalam berinteraksi sosial, komunikasi, dan perilaku. Tetapi dalam banyak kasus, mereka bisa hidup mandiri dengan terapi yang tepat.
Nasib Chen harus menjalani perjuangan berat sebelum beralih profesi menjadi penjual mie. Dia harus.....
© Dream
Sejak anaknya didiagnosa mengidap autisme, Chen, dari provinsi Anhui, telah dipecat sebanyak tiga kali. Dia terlalu sering bolos kerja karena harus menemani keluarganya di rumah sakit.
Untuk membayar biaya pengobatan anaknya, Chen pernah berjualan air di dekat pintu keluar stasiun kereta di Nanjing, Jiangsu. Dia menyertakan tulisan di depan lapaknya, memberi tahu orang-orang dia sedang butuh uang.
Tetapi, banyak orang tidak percaya dan malah menganggap dia penipu. Sehingga, Chen hanya mampu menjual 30 botol air mineral dalam empat hari, seperti dilaporkan Yangtze Evening News.
Keluarga Chen yang terdiri dari tiga orang punya utang sebanyak 50.000 yuan, setara Rp96 juta setelah menghabiskan tabungan mereka. Sementara biaya perawatan anaknya mencapai 6.000-7.000 yuan, setara Rp11-13 juta per bulan.
" Dokter mengatakan jika anak saya mendapat perawatan tepat waktu, dia bisa masuk taman kanak-kanak seperti anak normal berusia dua-tiga tahun lainnya. Saya hanya ingin menghabiskan uang untuk menyembuhkannya secepat saya bisa," kata Chen.
© Dream
Chen sebenarnya sudah ditawari donasi oleh sebuah lembaga amal. Tetapi, dia menolaknya dengan alasan ingin menggunakan keringat sendiri. Dia juga menolak mengajukan subsidi kepada pemerintah setempat.
Kisah Chen pun terdengar oleh seorang juru masak makanan rebus. Chen pun ditawari untuk membuka kedai mie terbuka Changzhou.
Warganet yang mengetahui kegigihan Chen segera mengunggah kisahnya ke media sosial hingga membuatnya terkenal. Dalam dua hari pertama berjualan, Chen berhasil menjual ribuan mangkok mie hingga kewalahan.
" Saya merasa gugup, melihat begitu banyak orang datang kemari untuk makan mie saya. Saya berharap mereka menghargai keterampilan memasak saya, bukan sekadar karena kesulitan saya," ucap Chen.
(Sah/Sumber: South China Morning Post)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya