Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - Ibadah Ramadan apa yang paling banyak godaannya?
Menurut penjelasan Ustadz Ahmad Sarwat, Lc dalam Rumahfiqih.com dikutip dari Islampos.com, dari semua rangkaian paket ibadah di bulan suci ini, yang paling berat untuk dijalankan bukan puasa di siang hari.
Justru yang terasa amat berat malah sholat tarawihnya. Inilah ibadah yang paling banyak godaannya.
Kenapa?
Pertama: Godaan Bahwa Tarawih 'Cuma' Sunnah
Selalu saja muncul godaan dan bisikan setan, bahwa shalat tarawih itu hukumnya cuma sunnah, bukan wajib. Jadi kalau pun tidak dikerjakan hukumnya kan tidak berdosa.
Tidak ada yang salah sih sebenarnya dari kalimat di atas. Seluruh ulama tanpa terkecuali sepakat berijma bahwa sholat tarawih itu hukumnya memang sunnah dan bukan wajib. Sehingga tidak mengapa kalau tidak dikerjakan.
Tetapi, justru pada kalimat ‘tidak mengapa’ itulah terdapat titik pangkal masalahnya. Karena tidak dikerjakan tidak apa-apa alias tidak berdosa, maka banyak dari kita yang menyepelekan sholat tarawih ini. Kadang-kadang sholat dan sering-seringnya malah tidak.
© Dream
Dream - Ini godaan yang kedua, yaitu bisikan lembut di dalam batin bahwa sholat tarawih itu tidak harus dikerjakan berjamaah di masjid. Boleh juga dilakukan sendiri-sendiri di rumah masing-masing.
Secara hukum sholat sudah benar, tarawih itu tetap sah bila dikerjakan sendiri-sendiri di rumah. Tidak ada yang melarang hal itu. Tetapi kalau kita merujuk kepada tarawih di masa Rasulullah SAW dan zaman shahabat, nampaknya tidak ada satu pun dari mereka yang sholat tarawih sendiri-sendiri, apalagi di rumah.
Di masa Rasulullah SAW, dari tiga malam tarawih yang dikerjakan beliau SAW, semuanya diikuti sejumlah besar shahabat, mereka lalukan dengan berjamaah, bukan di rumah-rumah melainkan di dalam masjid Nabawi.
Justru alasan kenapa kemudian dihentikan setelah tiga malam, karena alasan semakin banyaknya jumlah jamaah yang ikut tarawih di masjid. Beliau SAW khawatir dengan semakin banyaknya jamaah itu, lantas tiba-tiba tarawih diwajibkan.
Sepeninggal Rasulullah SAW dan sudah tidak ada lagi kekhawatiran diwajibkan, banyak shahabat yang sholat sunnah dan baca Quran sendiri-sendiri. Melihat hal itu Umar bin Al-Khattab segera mengoreksinya. Sebab cara itu justru dianggap tidak sejalan dengan sunnah yang dicontohkan Nabi SAW.
Maka di tahun kedua masa pemerintahannya, sholat tarawih dihidupkan kembali, dengan cara sholat tarawih berjamaah, dengan satu imam, dilaksanakan di dalam masjid hingga menjadi bagian utuh syiar ibadah qiyam Ramadan.
© Dream
Dream - Ini godaan yang ketiga, sifatnya agak teknis semata. Entah bagaimana di negeri kita ini, sholat tarawih terkesan dilaksanakan dengan agak terburu-buru.
Begitu selesai sholat Isya’, langsung dikejar dengan sholat tarawih dengan 'speed' yang lumayan tinggi. Tidak ada yang salah sebenarnya, hal itu boleh-boleh saja hukumnya.
Hanya saja, mengingat waktu sholat Maghrib sempat terpotong dengan berbuka puasa, bahkan sholat Maghribnya pun sebaiknya dimundurkan, tapi kenapa malah sholat Isya dan tarawihnya didesain langsung tancap gas.
Akan lebih bijak lagi, bila 'speed' sholat tarawih itu jangan telalu tinggi. Biar bisa khusyu mendengarkan alunan ayat Al-Quran. Semoga kita bisa tetap istiqomah dalam menjalankan ibadah shalat tarawih ini. Amiin. Waallahu’alam.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya