Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi
Dream - Praktik permainan karantina terhadap Warga Negara Asing berkunjung ke Indonesia telah menimbulkan keresahan. Bahkan Presiden Joko Widodo sampai gerah dan memerintahkan Kapolri, Jenderal Listyo Sigit Prabowo, menangani masalah ini secara serius.
Polri menyatakan praktik ini sebenarnya pernah dibongkar dan ditindak Polda Metro Jaya. Tetapi seperti tidak kapok, ternyata praktik permainan ini masih berjalan.
Kadiv Humas Polri, Inspektur Jenderal Dedi Prasetyo, mengungkapkan kasus ini bisa terjadi diduga akibat beberapa faktor. Salah satunya, kelemahan pengawasan di bandara terutama bagi WNA yang masuk Indonesia berdasarkan hasil penanganan.
" Dari mulai pintu kedatangan, dia (WNA) keluar dari pesawat ini ada oknum-oknum yang menyalahgunakan kewenangannya," ujar Dedi.
Dari hasil temuan di lapangan, para oknum tersebut menjemput dan menawarkan jasa kepada WNA yang datang. Sehingga, WNA tidak punya kesempatan untuk menjalani prosedur yang seharusnya.
" Di situ nanti akan dipotong," kata Dedi.
Untuk menangani kasus ini, Polri telah membentuk tim khusus yang melibatkan sejumlah stakeholder yang terlibat langsung. Penanganan akan dijalankan sejak Pelaku Perjalanan Luar Negeri mendarat di Indonesia hingga sampai ke lokasi karantina.
Dedi mengungkapkan masalah ini tidak bisa dibiarkan. Sebab ini bersangkutan dengan nama baik Indonesia.
" Karena ini menyangkut masalah kepercayaan dunia internasional di Indonesia bahwa sistem kekarantinaan di Indonesia harus berjalan dengan baik," kata Dedi.
Dia juga menegaskan seluruh jalur yang berpotensi dimanfaatkan oknum permainan karantina ini bakal dibersihkan total. Pihaknya juga telah berkoordinasi dengan Ditjen Imigrasi.
" Tentunya sudah tidak ada lagi jalur-jalur tersebut, harus clear dari orang-orang yang mencoba memanfaatkan situasi," kata dia.
Polri bersama Ditjen Imigrasi bakal memperketat jalur masuk. Ini untuk memberikan perlindungan agar PPLN bisa nyaman masuk Indonesia.
" Sampai dengan nanti pengantaran ke tempat hotel karantina tersebut, termasuk pada saat karantina jangan sampai ada pelanggaran-pelanggaran," kata dia, dikutip dari Merdeka.com.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya