Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Buku Cerita Petualangan Anak Indonesia (Radio ABC Internasional)
Dream - Warga Australia, Nicholas Mark, membuat buku petualangan anak-anak Indonesia. Melalui buku yang telah diperkenalkan di Australia itu, pria yang karib disapa Nick ini ingin mengajak anak-anak Indonesia imajinatif dan berjiwa petualang.
Dia juga ingin anak-anak di negaranya memiliki wawasan soal budaya Asia lewat pintu gerbang Indonesia.
" Sudah lama saya ingin membuat cerita-cerita petualangan, tapi karakter dan latar belakangnya dari negara dan budaya Indonesia," ujar Nick dikutip Dream dari laman Radio ABC International, Kamis 28 Agustus 2014.
Nick memang sudah lama tertarik dengan Indonesia. Dia bahkan sejak SMA belajar Bahasa Indonesia. Tak hanya itu, Nick juga pernah tinggal di Jogjakarta selama enam tahun saat ikut program Australian Consortium for In-Country Indonesian Studies (ACICIS).
" Pengalaman di sana mengubah hidup saya. Budaya Indonesia, makanan, orang-orang yang ramah, menjadi alasan mengapa saya cinta Indonesia," kata pria yang menyukai buku-buku cerita petualangan ini.
" Karenanya saya berkomitmen untuk mempromosikan semua hal yang berkaitan antara Indonesia dan Australia," tambah Nick, yang juga Presiden Asosiasi Pemuda Australia Indonesia di New South Wales.
Cita-citanya membuat buku berkisah petualangan pun akhirnya terwujud. Di tahun 2012, dia meluncurkan buku cerita bergambar, Petualangan Anak Indonesia, bersama Bambang Shakuntala sebagai ilustratornya.

Nicholas Mark. Foto: Radio ABC Internasional
Buku ini mengisahkan Wayan dari Bali, Mutia dari Padang, dan Dani dari Yogyakarta. Ketiga tokoh utama ini memilki jiwa petualang, baik hati, dan selalu bersemangat memecahkan persoalan.
" Lewat buku ini saya ingin mengajak anak-anak Indonesia untuk lebih imajinatif dan memiliki jiwa berpetualang," jelas Nick. " Saya rasa ada juga potensi untuk menerjemahkannya ke dalam bahasa Inggris."
Nick pun menjadikan buku ini sebagai sarana bagi anak-anak di Australia untuk lebih mengenal budaya Asia, lewat Indonesia sebagai gerbang utamanya. " Saya mencoba mengembangkan jaringan dengan beberapa Asosiasi Guru Bahasa Indonesia di Australia," ujarnya.
Buku ini pun sudah menjadi bahan pengajaran di sejumlah sekolah di Australia, yang tersedia online bagi para guru. " Supaya anak-anak Australia bisa pakai buku ini untuk belajar bahasa Indonesia menggunakan sejumlah latihan dan memasukan unsur budaya dari cerita-cerita di buku tersebut," tambah Nick.
Respons dari guru-guru dan murid-murid di sekolah-sekolah Australia pun sangat baik. Bagi para guru, lewat buku ini mereka bisa melebarkan topik-topik pengajaran soal benua Asia.
" Guru-guru dan murid-murid sangat menikmatinya. Para siswa sangat suka melihat kehidupan fantasi dan petualangan dengan latar belakang Indonesia, yang kurang dikenal sebelumnya," ujar Nick. (Ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya