Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Piagam Magna Carta (shanghaiist.com)
Dream - Rencana memamerkan naskah asli piagam Magna Carta di Renmin University, Beijing, Tiongkok, dibatalkan di menit-menit terakhir. Piagam bersejarah itu diputuskan untuk dipamerkan di kantor kedutaan Inggris untuk Tiongkok.
Penyebabnya, terdapat peringatan piagam itu dapat memicu konflik. Alhasil, warga Tiongkok tidak bisa melihat langsung piagam tersebut.
Pameran ini digelar dalam rangka memperingati usia Magna Carta yang sudah mencapai 800 tahun. Piagam ini ditulis dan disahkan di tahun 1215.
Magna Carta merupakan piagam yang menjadi sumber rujukan pemerintahan negara-negara modern yang didominasi sistem demokrasi. Piagam ini dibuat sebagai aturan tertulis untuk mencegah tindakan pelanggaran hak dasar manusia.
Piagam ini dirancang dengan tujuan spesifik untuk mencegah penyalahgunaan kekuasaan yang dilakukan oleh Raja Yohanes, penguasa di Britania Raya, terhadap para bangsawan dan rakyat.
Dalam piagam ini termuat sejumlah konsep mengenai hukum penguasaan tanah, aturan hukum yang menjadi rujukan revolusi politik dari Amerika hingga Taiwan.
Alasan keamanan yang menjadi dasar pembatalan pameran ini lantaran adanya tindakan kekerasan untuk mencegah aksi aktivis hak-hak sipil.
Sementara konsep semacam konstitusionalisme prinsip-prinsip universal diabaikan oleh Partai Komunis Tiongkok.
Tokoh oposisi Tiongkok, Hu Jia, mengaku tidak terkejut dengan pemindahan pameran itu dari kampus. Dia mengatakan Renmin University memiliki hubungan dengan pelatihan akademi Partai Komunis dan dokumen yang bertentangan dengan partai akan dilarang.
Lebih penting, kata dia, pemimpin Tiongkok mungkin berpikir pameran itu lebih diminati dan banyak mahasiswa melihatnya.
"Mereka takut ideologi dan materi sejarah ini akan berpengaruh mendalam di hati para mahasiswa," kata Hu. (Ism)
(Ism, Sumber: shanghaiist.com | nytimes.com)
Advertisement

Mengapa Ada Pusar Bodong dan Pusar Masuk? Ini Penjelasan Ilmiahnya

Deforestasi Amazon Brasil Turun ke Level Terendah, Ini 5 Pelajaran yang Bisa Ditiru Indonesia

Cuma 10 Menit Olahraga Sehari Bisa Bikin Tidur Lebih Nyenyak, Ini Temuan Peneliti

Sering Tersengat Listrik Saat Memegang Gagang Pintu? Ini Penyebab dan Cara Mencegahnya

Apa yang Terjadi Jika Semua Hutan di Bumi Hilang? Bukan Cuma Hewan, Kehidupan Manusia Ikut Terancam

Buah Kalengan Ternyata Bisa Menyehatkan, tetapi Perhatikan 2 Hal Ini Sebelum Membelinya
