Polisi Ungkap Fakta Mengejutkan Keraton Agung Sejagat Purworejo

Reporter : Muhammad Ilman Nafi'an
Kamis, 16 Januari 2020 10:13
Polisi Ungkap Fakta Mengejutkan Keraton Agung Sejagat Purworejo
Mengapa pengikutnya setia?

Dream - Karopenmas Divisi Humas Polri, Brigjen Pol Argo Yuwono, mengatakan, pengikut Keraton Agung Sejagat tidak hanya berasal dari Purworejo.

" Kebetulan juga korban bukan hanya dari Purworejo, tapi dari luar Purworejo juga," ujar Argo di Mabes Polri, Jakarta, Rabu 15 Januari 2020.

Menurut Argo, para pengikut Keraton Agung Sejagat itu juga harus membayar sejumlah uang. Biaya tersebut digunakan untuk seragam, kartu anggota, dan membeli pernak-pernik keraton.

Untuk mendalami kasus ini, Polda Jawa Tengah juga telah memeriksa sejumlah saksi. " Tentunya dari pihak penyidik Polda Jawa Tengah telah memeriksa beberapa saksi berkaitan dengan kejadian tersebut, yaitu 17 saksi," ucap dia.

1 dari 6 halaman

Alasan Pengikut Menurut?

Polisi juga tengah mendalami alasan para pengikut kelompok ini patuh dengan perintah Totok hingga rela mengeluarkan sejumlah uang.

" Ada yang bantu mendirikan seolah-olah sebuah kerajaan dengan bangunan yang dikirimkan kerajaan," kata dia.

Dalam kasus ini, polisi menjerat Totok dan Fanny dengan Pasal 14 Undang-undang Nomor 1 Tahun 1946, tentang menyebarkan berita bohong dan Pasal 378 KUHP tentang penipuan.

2 dari 6 halaman

Rekam Jejak Kelam Toto Santoso, Raja Keraton Agung Sejagat

Dream - Nama Toto Santoso Hadiningrat mendadak jadi perbincangan. Beberapa hari lalu, dia baru menyatakan diri sebagai Raja Keraton Agung Sejagat dan memiliki gelar Sinuwun.

Tetapi, usai mendeklarasikan kekuasaannya, Toto bersama Fanni Aminadia, yang mengaku sebagai ratu keraton tersebut, justru mendekam di tahanan. Mereka ditangkap polisi dengan tuduhan penipuan.

Keberadaan Keraton Agung Sejagat yang diklaim sebagai penguasa seluruh dunia ternyata membuat resah masyarakat. Tidak sedikit yang menganggap keraton yang dipimpin Toto sebagai gerakan makar maupun aliran sesat.

Dikutip dari Liputan6.com, rupanya bukan kali ini saja Toto membuat ulah yang meresahkan. Sebelumnya, dia pernah terlibat dalam pendirian organisasi yang dituding masyarakat sebagai modus penipuan.

3 dari 6 halaman

Jogja DEC, Organisasi Kemanusiaan yang Undang Kecurigaan

Tepatnya pada 2016, Toto mendirikan Jogjakarta Development Committee yang disingkat Jogja DEC. Banyak yang curiga organisasi ini mirip dengan Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) yang telah dinyatakan sebagai organisasi terlarang.

Toto sempat menyangkal tuduhan itu. Dia menyebut Jogja DEC merupakan organisasi kemanusiaan.

" Jogjakarta Developmet Committee bukan Gafatar ataupun Gafatar jilid II, bukan teroris, akan tetapi didirikan dengan penuh welas asih untuk memanusiakan manusia," ujar Toto yang kala itu memegang posisi sebagai Dewan Wali Amanat Panitia Pembangunan Dunia untuk Wilayah Nusantara.

4 dari 6 halaman

Sebut Punya Sumber Dana Global

Toto sempat menggelar konferensi pers di Ndalem Pujokusuman, Keparakan, Mergangsan, Yogyakarta. Dia berusaha menjelaskan secara rinci mengenai apa itu Jogja DEC.

Kala itu, Toto menyatakan Jogja DEC memiliki misi kemanusiaan. Dia juga mengklaim organisasi tersebut memiliki jaringan internasional dan didanai ESA Monetary Fund yang berbasis di Swiss.

Menurut Toto, DEC masuk Indonesia sejak 2014. Yogyakarta dipilih sebagai basis untuk menyosialisasikan gerakan.

5 dari 6 halaman

Anggota Diimingi Dana Puluhan Dolar AS

Organisasi tersebut juga membuat pendaftaran bagi siapa saja yang mau bergabung. Toto juga pernah berjanji setiap anggota akan mendapatkan dana sebesar US$50-200, setara Rp684 ribu hingga Rp2,7 juta.

Toto juga menjelaskan penggunaan mata uang dolar Amerika Serikat merupakan solusi agar perekonomian dunia tidak terpuruk. Mereka yang bergabung sebagai anggota akan mendapatkan Nomor Induk Kemanusiaan yang bersifat global.

Tetapi, pertemuan yang digelar Toto ternyata mendapat penolakan dari pemilik Ndalem Pujokusuman. Sang pemilik rumah menyatakan pertemuan itu ilegal.

6 dari 6 halaman

Tiap Anggota Dijanjikan Gaji Rp5 Juta

Toto juga pernah mengatakan tidak ada pungutan biaya bagi masyarakat yang ingin menjadi anggota Jogja DEC. Namun belakangan salah satu anggotanya mengaku dipungut biaya sebesar Rp15 ribu ketika bergabung.

Sementara sebagian masyarakat Cangkringan, Sleman, mengatakan pernah ada sosialisasi dari Jogja DEC yang mengharuskan pembayaran uang sebesar Rp20 ribu jika ingin bergabung. Mereka yang menjadi anggota diiming-imingi gaji sebesar Rp5 juta per bulan.

Sumber: Liputan6.com/Edhie Prayitno Ige

Beri Komentar
Video Polisi Tes Kandungan Sabu Cair dalam Mainan Anak-anak