Detik-Detik Mengerikan Kecelakaan Maut Tol Cipali yang Tewaskan 12 Orang

Reporter : Maulana Kautsar
Senin, 17 Juni 2019 14:50
Detik-Detik Mengerikan Kecelakaan Maut Tol Cipali yang Tewaskan 12 Orang
Salah seorang penumpang berusaha mengambil alih kemudi bus.

Dream - Kabid Humas Polda Jawa Barat, Kombes Pol Trunoyudo Wisnu Andiko menegaskan, kecelakaan maut yang melibatkan empat kendaraan di tol Cipali, Majalengka, Jawa Barat KM 150 masih diselidiki polisi.

Berdasarkan keterangan awal, salah satu penumpang bus Safari (sebelumnya disebut bus Safari Dharma Raya) bernama Amsor meminta berhenti.

" Di tengah perjalanan Amsori memaksa sopir untuk berhenti dengan cara mengambil alih paksa kemudi," ujar Trunoyudo dalam keterangan tertulisnya kepada Dream, Senin, 17 Juni 2019.

Saat itu, sopir dan Amsori sempat saling berdebat. Penumpang lainnya, Winda juga melihat kejadian tersebut. Belum diketahui alasan Amsori yang bekerja sebagai petugas keamanan itu meminta berhenti.

Bus yang melaju dari arah Jakarta menuju Cirebon itu kemudian hilang kendali dan menyebrang ke jalur sebaliknya hingga akhirnya menabrak mobil Toyota Innova.

1 dari 4 halaman

Kronologi Tabrakan

Truk yang muncul dari arah belakang berusaha menghindari kecelakaan tersebut dan terguling masuk ke median jalan.

Setelah menabrak Innova, Bus Safari Dharma Raya terus melaju dan masuk ke jalur lambat hingga menabrak Mitsubishi Xpander dan menindihnya.

Akibat peristiwa itu, 12 orang meninggal dunia yakni enam orang yang berada di dalam mobil Xpander, tiga orang di mobil Innova dan tiga orang penumpang bus termasuk sopir.

Trunoyudo menjelaskan, selain meminta keterangan saksi dan korban, polisi juga menggunakan teknologi Traffic Accident Analysis (TAA) untuk mengungkap penyebab terjadinya kecelakaan.

Sebelumnya, dilaporkan , Kapolda Jawa Barat, Irjen Sufahriadi, mengatakan, sopir bus Safari bernomor polisi H-1469-CB diserang seorang penumpang.

" Dari keterangan seorang saksi, tiba-tiba saat sopir sedang telepon dengan kernet ada seseorang yang datang ke tempat sopir dan kemudian terjadilah kecelakaan," kata Rudy.

 

2 dari 4 halaman

Sopir Bus Diserang Penumpang?

Dream - Kapolda Jawa Barat, Irjen Pol Rudy Sufahriadi menyebut kecelakaan maut yang terjadi di KM 150  Tol Cipali, Majalengka, Jawa Barat dini hari tadi diduga dipicu aksi penyerangan penumpang terhadap sopir bus.

Kabid Humas Polda Jawa Barat, Kombes Pol, Trunoyudo Wisnu Andiko mengatakan, pernyataan itu didapat dari keterangan saksi berinisial A yang juga menjadi penumpang bus.

" Itu keterangan awal. Kan pertama apa sih yang dilakukan, kita mendatangi TKP, melakukan olah TKP, mencari keterangan awal mencari keterangan saksi-saksi dan korban kemudian melakukan penyelidikan," ujar Trunoyudo kepada Dream, Senin, 17 Juni 2019.

Trunoyudo mengatakan, pernyataan A itu perlu diselidiki lebih lanjut karena sifatnya masih keterangan awal.

" Jadi keterangan awal itu perlu dilakukan penyelidikan dan pemeriksaan lebih dalam," ucap dia.

Hingga kini, polisi masih belum bisa mendalami keterangan tersebut. Sebab, A saat ini masih dalam perawatan medis.

" Karena kondisi saudara A masih luka maka kita belum bisa melakukan pemeriksaan lebih dalam setelah pasca luka selesai. Kan kita prioritas kan pemulihan," kata dia.

Secara tegas Trunoyudo menyebut, pernyataan Kapolda Jawa Barat itu bukanlah hasil penyelidikan terhadap kecelakaan yang terjadi. " Itu keterangan awal. Makanya Pak Kapolda di sana menyampaikan keterangan awal, bukan hasil penyelidikan awal," ucap dia.

Trunoyudo menjelaskan, selain meminta keterangan saksi dan korban, polisi juga menggunakan teknologi Traffic Accident Analysis (TAA) untuk mengungkap penyebab terjadinya kecelakaan.

3 dari 4 halaman

Ini Identitas 12 Korban Tewas Kecelakaan Maut Tol Cipali

Dream - Kecelakaan maut berupa tabrakan beruntun di Tol Cipali, Majalengka, Jawa Barat KM 150 dini hari tadi menewaskan 12 orang. Korban terbanyak berasal dari penumpang mobil Mitsubishi Xpander yang ringsek akibat tabrakan tersebut

Kepala Seksi Pelayanan Penunjang Medis dan Non Medis RSUD Cideres, Pujiharto mengatakan, korban meninggal dunia di mobil Mitsubishi Xpander mencapai enam orang.

" Kebanyakan yang meninggal Xpander. Kalau enggak salah Xpander ada enam orang, bus tiga orang, sopirnya juga meninggal. Kemudian yang Innova tiga orang," ujar Pujiharto kepada Dream, Senin, 17 Juni 2019.

Pujiharto mengatakan, korban meninggal dunia mayoritas menderita luka berat di kepala. Saat ini, pihak rumah sakit sudah mengidentifikasi identas korban.

" 12 korban masih di kamar jenazah, 11 teridentifikasi dan 1 orang belum, karena tidak ada identitasnya," ucap dia.

Korban meninggal yang belum teridentifikasi berjenis kelamin perempuan, berusia sekitar 30-40 tahun.

Saat ini, pihak keluarga dari korban meninggal dunia dari mobil Mitsubishi Xpander dan Toyota Innova sudah berada di rumah sakit.

" Kalau (keluarga) korban meninggal yang bus ini belum (datang)," kata dia.

4 dari 4 halaman

Ini Identitasnya

Berikut identitas korban meninggal dalam kecelakaan beruntun di Tol Cipali:

1. Rafi M bin Rahmat 22 tahun, alamat Cipinang-Bekasi
2. Heruman 59 tahun, alamat Teluk Pucung-Bekasi Utara
3. Reza bin Heruman 22 tahun, alamat Teluk Pucung-Bekasi Utara
4. Aditya bin Hadi 22 tahun, alamat Kebon Jeruk-Jakarta Barat
5. Dafa 19 tahun, Cipinang-Bekasi
6. M. Rivan Herlambang, 22 tahun, Bekasi
7. Roni Maritampubolon 37 tahun, Gondang Manis, Karang Pandan-Karang anyar
8. Uki 45 tahun, Tarub-Tegal
9. Muamar 37 tahun, Tarub-Tegal
10. Daryono 70 tahun, Tarub-Tegal
11. Yulianto 27 tahun, Kesongo, Tuntang-Semarang
12. Belum teridentifikasi jenis kelamin perempuan.

Beri Komentar
BJ Habibie Dimakamkan di Samping Ainun Habibie