Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Hansanitizer Palsu Di Kolkata (Foto: IndiaToday)
Dream - Dugaan banyak pihak yang memproduksi hand sanitizer palsu untuk mencari keuntungan di tengah wabah virus Covid-19, tampaknya bukan sekadar isapan jempol.
Pada Kamis, 30 Juli 2020 lalu, Polisi Kolkata, India menyita 1.400 liter handsanitizer palsu dari sebuah gudang di pusat kota.
Badan Penegak (EB) bersama dengan Pasukan Anti-Rowdy dari Kepolisian Kolkata, melakukan penggerebekan di dua lokasi pusat kota Kolkata.
Menurut informasi yang didapatkan pihak Kepolisian Kolkata, pabrik ini berada di wilayah Ezra Street dan Hare Street. Polisi menemukan 1.400 litter handsanitizer palsu dengan wadah plastik yang telah disimpan secara tertutup.
Pihak EB memang telah melakukan penelusuran sejak lama terkait peredaran penjualan handsanitizer palsu di pasar, mengingat permintaan besar akibat wabah virus Covid-19.
Pihak Kepolisian juga sudah menangkap dua orang pelaku, Rajib Punjabi, 43 tahun dan Jiauddin Basha, 43 tahu yang diduga telah menjalankan pabrik handsanitizer tanpa dokumen sah.

" Tidak ada label atau sertifikat resmi pada produk tersebut. Selain itu, mereka tidak dapat menunjukkan dokumen produk yang valid sehingga sangat mungkin untuk mencampurkan berbagai bahan kimia yang berbahaya," kata seorang pejabat tinggi kepolisian.
Kedua pelaku dikenakan KUHP India pasal 270 (Tindakan ganas kemungkinan menularkan infeksi penyakit berbahaya bagi kehidupan), 420 (Kecurangan) dan 120B (konspirasi kriminal) dan penyelidikan sedang dilakukan untuk menangkap lebih banyak orang yang mungkin dikaitkan dengan bisnis ilegal.
(Sumber: India Today)
Dream - Pemakaian hand sanitizer kerap menuai pro kontra. Pasalnya, hand sanitizer tidak dapat membersihkan tangan secara ekstra seperti memakai sabun dan air.
Tak hanya itu, hand sanitizer mengandung ethyl alcohol, isopropyl alcohol serta triclosan yang tinggi. Sehingga, efeknya pada kulit juga dipertanyakan.
Dilansir dari Times of India, Sirisha Singh, Dermatologis mengungkapkan, pemakaian hand sanitizer secara rutin dapat membuat kulit kering, kemerahan, bahkan eksim.
Jika terlalu sering, pemakaian hand sanitizer bisa menyebabkan gatal, luka dan perih. Terutama, ketika terkena zat asam seperti lemon dan cuka.
Pemakaian hand sanitizer secara rutin juga menyebabkan penipisan pada kulit. Sehingga, kulitmu akan lebih rentan terhadap sinar UV dan menyebabkan pigmentasi.
Kesehatan kukumu juga terancam ketika memakai hand sanitizer. Kukumu bisa mengalami peradangan, bengkak dan perubahan warna.
Jadi, apakah kita harus menghentikan pemakaian hand sanitizer? Penelitian membuktikan bahwa mencuci tangan dengan sabun dan air lebih efektif.
Jika masih ingin memakai hand sanitizer dan sering mencuci tangan, kamu perlu menggunakan pelembap serta tabir surya untuk melindungi kesehatan kulit.
(Sumber: Times of India)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya