Polri Jamin Bripda R, Pacar Mahasiswi Meninggal di Mojokerto Dipecat

Reporter : Ahmad Baiquni
Minggu, 5 Desember 2021 16:40
Polri Jamin Bripda R, Pacar Mahasiswi Meninggal di Mojokerto Dipecat
Polri akan memberikan sanksi tegas jika R terbukti memiliki keterlibatan dengan kematian NWR.

Dream - Kepala Divisi Humas Polri, Irjen Dedi Prasetyo, menyatakan sanksi bakal dijatuhkan kepada Bripda R jika terbukti memiliki kaitan dengan kematian NWR. Mahasiswi tersebut ditemukan meninggal di makam ayahnya di Mojokerto, Jawa Timur.

" Tindak tegas baik sidang Komisi Etik Polri untuk di PDTH (Pemberhentian Dengan Tidak Hormat atau dipecat) dan proses pidana sesuai pelanggaran yang dilakukan," ujar Dedi, dikutip dari Liputan6.com.

Dedi menegaskan Polri berkomitmen untuk menindak setiap anggota yang terbukti melakukan pelanggaran hukum. Tentu, tindakan yang dijatuhkan sesuai dengan pelanggaran yang dilakukan.

" Polri terus komitmen akan melakukan tindakan tegas kepada anggota yang terbukti bersalah," ucap dia.

 

1 dari 8 halaman

Janji Kapolri

Kapolri, Jenderal Listyo Sigit Prabowo, menyatakan kasus mahasiswi NWR telah dalam penanganan. Hasilnya akan disampaikan secara terbuka.

" Terima kasih informasinya, saat ini permasalahan sedang dalam penanganan Polda Jawa Timur dan akan segera disampaikan kepada masyarakat hasilnya. Salam Presisi," tulis Listyo di Twitter.

Seperti diketahui, NHR ditemukan tergeletak tak bernyawa di makam ayahnya pada Kamis, 2 Desember 2021. Diduga, dia meninggal minum racun akibat depresi.

 

2 dari 8 halaman

R Sudah Ditangkap

Kasus ini kemudian viral. Warganet mengunggah kembali tulisan-tulisan NWR yang tayang di Quora, menceritakan penderitaan yang dialami.

Usai viral, Polda Jatim bersama Polres Mojokerto bergerak cepat menangkap anggota Polres Pasuruan, Bripda R, yang merupakan kekasih dari NWR. Diduga, R menjadi penyebab kematian NWR.

Dari hasil pemeriksaan, NWR diketahui meminum racun setelah mendapat tekanan dari R. Kepada NWR, R diduga meminta untuk menggugurkan kandungan.

3 dari 8 halaman

Diduga Jadi Sebab Kematian Mahasiswi di Mojokerto, Oknum Polisi Terancam Pidana dan Dipecat

Dream - Polda Jawa Timur bersama Polres Mojokerto bergerak cepat menangani kasus kematian seorang mahasiswi, NWR. Mahasiswi tersebut ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa di makam ayahnya di Dusun Sugihan, Desa Capak, Kecamatan Suko, Kabupaten Mojokerto.

Wakapolda Jatim, Brigjen Slamet Hadi Supraptoyo, mengatakan pihaknya telah mengamankan oknum polisi berinisial R yang merupakan kekasih korban. Diduga, kematian korban memiliki kaitan dengan oknum berpangkat Brigadir Dua dan berdinas di Polres Pasuruan.

Dari hasil pemeriksaan, R dan NWR berkenalan pada 2019 kemudian pacaran. Selama 2020 hingga 2021, keduanya beberapa kali melakukan hubungan suami istri dan NWR sampai hamil dan aborsi dua kali.

" Korban selama pacaran, yang terhitung mulai bulan Oktober 2019 sampai bulan Desember 2021 melalukan tindakan aborsi bersama yang mana dilakukan pada bulan Maret tahun 2020 dan bulan Agustus 2021," ujar Slamet di akun Instagram @divisihumaspolri.

 

 

4 dari 8 halaman

Diduga Sengaja Meminta Korban Aborsi

R diduga secara sengaja meminta NWR untuk menggugurkan kandungan sebanyak dua kali. Slamet menuturkan dari hasil pemeriksaan didapat sejumlah bukti terkait dugaan pelanggaran hukum oleh R, sehingga oknum polisi tersebut akan diproses secara internal maupun umum.

" Perbuatan melanggar hukum ini secara internal kita akan mengenakan terkait dengan ketentuan yang sudah mengatur di kepolisian," terang Slamet.

Proses internal, kata Slamet, R akan dikenakan Pasal 7 dan Pasal 11 Perkap Nomor 14 Tahun 2011 tentang Kode Etik. Ancaman terberat yaitu pemecatan.

" Hukuman terberat adalah Pemberhentian Dengan Tidak Hormat (PDTH)," kata dia.

Sedangkan secara hukum, R dikenai ancaman pidana. Terhadap R dikenakan Pasal 348 Juncto Pasal 55 KUHP.

" Secara pidana untuk kita juga akan menjerat Pasal 348 juncto 55 KUHP," kata dia.

5 dari 8 halaman

Geger Mahasiswi Meninggal Diduga Tenggak Racun di Samping Makam Ayah, #SaveNoviWidyasari Jadi Trending

Dream - Laman twitter ramai dengan tagar #savenoviawidyasari sepanjang hari ini. Tagar tersebut merujuk pada kasus kematian seorang mahasiswi di Mojokerto, Novi Widyasari di sisi makam ayahnya.

Tubuh mahasiswi berusia 23 tahun itu terbaring di makam ayah diduga akibat tindakan bunuh diri.

Netizen yang turut menggaungkan tagar tersebut kompak menyuarakan keadilan atas kematian Novi.

Tindakan itu membuat #SAVENOVIAWIDYASARI sempat memuncaki topic trending Twitter dengan 50 ribu cuitan warganet menggunakan tagar tersebut.

" Kepada kepolisian, memang alm meninggal karena bunuh diri, tapi tolong pelaku harus dihukum karena sudah merusak dan menyiksa mentalnya. Tolong ... Kalau memang masih punya rasa kemanusiaan," tulis seorang warganet.

" Kami ingin KEADILAN untuk almarhum (Novia Widyasari Rahayu). Dia dibunuh secara psikologis, harga dirinya disingkirkan dan kehormatannya direnggut. Dia adalah korban kekerasan seksual," cuit warganet lainnya.

" Dia wanita smart tp krn masalah yg emng bener2 mnurut dia uda gabisa diatasi, akhirnya dia mutusin bunuh diri dg minum sianida. Bantu ya, aku cm mau bantu juga buat dpet keadilan," timpal yang lainnya dikutip dari Liputan6.com.

6 dari 8 halaman

Temuan Polisi Terkait Kematian Novia Widyasari

Kapolres Mojokerto AKBP Apip G membenarkan penemuan jasad seorang perempuan yang diketahui bernama Novia Widyasari Rahayu di makam ayahnya di Mojokerto pada 2 Desember 2021, sore sekitar pukul 16.00 WIB.

Perempuan berstatus mahasiswi itu diduga sebagai korban bunuh diri karena ditemukan sebuah botol berisi cairan di dekat jasad korban.

" Benar telah ditemukan mayat perempuan di makam. Hasil olah TKP (tempat kejadian perkara) ditemukan satu botol cairan," ujarnya, Sabtu, 4 Desember 2021.

Polisi juga menemukan tiga butir butir potasium di tempat sampah, di sekitar rumah korban.

 

7 dari 8 halaman

Selidiki Dugaan Keterlibatan Seorang Polisi

Apip membenarkan, korban yang ditemukan tewas tersebut mempunyai hubungan dengan anggota polisi yang berdinas di Pasuruan berinisia R.

" Dugaan asmara ini sedang kami kami dalami, kemungkinan memang ada hubungan. Tapi sejauh apa hubungan tersebut kami akan dalami," katanya.

Pihaknya juga belum bisa memastikan terkait adanya dugaan perkosaan dalam kasus ini.

" Apakah benar diperkosa kita masih selidiki," ujarnya.

 

8 dari 8 halaman

Propam Sudah Periksa Polisi R

Sementara itu Propam Polda Jawa Timur memastikan telah memeriksa seorang anggota Polres Pasuruan berinisial R buntut viralnya unggahan dugaan perkosaan terhadap mahasiswi bernama Novia Widyasari Rahayu. Proses pemeriksaan berlangsung hari ini, (Sabtu, 4 Desember 2021).

Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Gatot Repli Handoko menerangkan, penyidik dari Bidpropam Polda Jawa Timur telah mengundang R untuk dimintai klarifikasi berkaitan dengan unggahan yang viral di media sosial.

Hasil pemeriksaan awal, lanjut Gatot, polisi belum menemukan adanya keterkaitan antara meninggal Novia Widyasari Rahayu dengan yang dibeberkan di media sosial.

" Belum ditemukan tetapi kita tetap mendalami apakah itu tersangkut atau tidaknya kita masih mendalami," ucap dia.

Beri Komentar