Nasib Bripda R, dari Seragam Cokelat Bersepatu Boat Jadi Oranye dan Diborgol

Reporter : Ahmad Baiquni
Senin, 6 Desember 2021 12:00
Nasib Bripda R, dari Seragam Cokelat Bersepatu Boat Jadi Oranye dan Diborgol
R kini mendekam di tahanan Mapolda Jatim.

Dream - Bripda R mungkin tidak pernah menyangka seragam cokelat dan sepatu boat yang dia kenakan harus lepas. Bahkan di usia kariernya yang masih seumuran jagung.

Seragam itu diganti dengan seragam lain dengan warna oranye dan tangannya diborgol. Dia resmi menjadi tersangka kasus pengguguran kandungan yang memicu kematian NWR di makam ayahnya di Mojokerto, Jawa Timur.

" Terhadap R sudah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan di Polda Jatim," ujar Kabid Humas Polda Jawa Timur, Komisaris Besar Gatot Repli Handoko.

R ditangkap pekan lalu setelah berita kematian NWR, mahasiswi salah satu universitas tekemuka di Malang, itu viral. NWR diduga meninggal secara tidak wajar dengan meminum racun.

Usai penemuan jenazah NWR di makam ayahnya ramai jadi pemberitaan, muncul sejumlah fakta yang dikaitkan dengan kematian mahasiswi tersebut. Salah satunya, depresi akibat tindakan aborsi yang diduga diminta oleh R, kekasih korban.

1 dari 6 halaman

Sanksi Pemecatan

Menurut Gatot, R saat ini menghadapi dua ancaman hukuman. Dia diancam dapat hukuman berat di internal Polri yaitu Pemberhentian Dengan Tidak Hormat (PDTH) atau dipecat, juga hukuman pidana.

" Ancaman maksimal PDTH," kata dia.

Sebelumnya, Kadiv Humas Polri, Inspektur Jenderal Dedi Prasetyo, menyatakan kasus kematian NWR terus diusut. Dia menjamin R bakal dijatuhi sanksi pemecatan jika terbukti bersalah.

" Tindak tegas baik sidang Komisi Etik Polri untuk di-PDTH dan proses pidana sesuai pelanggaran yang dilakukan," kata Dedi.

Dia menegaskan Polri berkomitmen menegakkan aturan. Setiap anggota yang melakukan pelanggaran akan mendapat tindakan tegas.

" Polri terus komitmen akan melakukan tindakan tegas kepada anggota yang terbukti bersalah," kata dia, dikutip dari Merdeka.com.

2 dari 6 halaman

Polri Jamin Bripda R, Pacar Mahasiswi Meninggal di Mojokerto Dipecat

Dream - Kepala Divisi Humas Polri, Irjen Dedi Prasetyo, menyatakan sanksi bakal dijatuhkan kepada Bripda R jika terbukti memiliki kaitan dengan kematian NWR. Mahasiswi tersebut ditemukan meninggal di makam ayahnya di Mojokerto, Jawa Timur.

" Tindak tegas baik sidang Komisi Etik Polri untuk di PDTH (Pemberhentian Dengan Tidak Hormat atau dipecat) dan proses pidana sesuai pelanggaran yang dilakukan," ujar Dedi, dikutip dari Liputan6.com.

Dedi menegaskan Polri berkomitmen untuk menindak setiap anggota yang terbukti melakukan pelanggaran hukum. Tentu, tindakan yang dijatuhkan sesuai dengan pelanggaran yang dilakukan.

" Polri terus komitmen akan melakukan tindakan tegas kepada anggota yang terbukti bersalah," ucap dia.

 

3 dari 6 halaman

Janji Kapolri

Kapolri, Jenderal Listyo Sigit Prabowo, menyatakan kasus mahasiswi NWR telah dalam penanganan. Hasilnya akan disampaikan secara terbuka.

" Terima kasih informasinya, saat ini permasalahan sedang dalam penanganan Polda Jawa Timur dan akan segera disampaikan kepada masyarakat hasilnya. Salam Presisi," tulis Listyo di Twitter.

Seperti diketahui, NHR ditemukan tergeletak tak bernyawa di makam ayahnya pada Kamis, 2 Desember 2021. Diduga, dia meninggal minum racun akibat depresi.

 

4 dari 6 halaman

R Sudah Ditangkap

Kasus ini kemudian viral. Warganet mengunggah kembali tulisan-tulisan NWR yang tayang di Quora, menceritakan penderitaan yang dialami.

Usai viral, Polda Jatim bersama Polres Mojokerto bergerak cepat menangkap anggota Polres Pasuruan, Bripda R, yang merupakan kekasih dari NWR. Diduga, R menjadi penyebab kematian NWR.

Dari hasil pemeriksaan, NWR diketahui meminum racun setelah mendapat tekanan dari R. Kepada NWR, R diduga meminta untuk menggugurkan kandungan.

5 dari 6 halaman

Diduga Jadi Sebab Kematian Mahasiswi di Mojokerto, Oknum Polisi Terancam Pidana dan Dipecat

Dream - Polda Jawa Timur bersama Polres Mojokerto bergerak cepat menangani kasus kematian seorang mahasiswi, NWR. Mahasiswi tersebut ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa di makam ayahnya di Dusun Sugihan, Desa Capak, Kecamatan Suko, Kabupaten Mojokerto.

Wakapolda Jatim, Brigjen Slamet Hadi Supraptoyo, mengatakan pihaknya telah mengamankan oknum polisi berinisial R yang merupakan kekasih korban. Diduga, kematian korban memiliki kaitan dengan oknum berpangkat Brigadir Dua dan berdinas di Polres Pasuruan.

Dari hasil pemeriksaan, R dan NWR berkenalan pada 2019 kemudian pacaran. Selama 2020 hingga 2021, keduanya beberapa kali melakukan hubungan suami istri dan NWR sampai hamil dan aborsi dua kali.

" Korban selama pacaran, yang terhitung mulai bulan Oktober 2019 sampai bulan Desember 2021 melalukan tindakan aborsi bersama yang mana dilakukan pada bulan Maret tahun 2020 dan bulan Agustus 2021," ujar Slamet di akun Instagram @divisihumaspolri.

 

 

6 dari 6 halaman

Diduga Sengaja Meminta Korban Aborsi

R diduga secara sengaja meminta NWR untuk menggugurkan kandungan sebanyak dua kali. Slamet menuturkan dari hasil pemeriksaan didapat sejumlah bukti terkait dugaan pelanggaran hukum oleh R, sehingga oknum polisi tersebut akan diproses secara internal maupun umum.

" Perbuatan melanggar hukum ini secara internal kita akan mengenakan terkait dengan ketentuan yang sudah mengatur di kepolisian," terang Slamet.

Proses internal, kata Slamet, R akan dikenakan Pasal 7 dan Pasal 11 Perkap Nomor 14 Tahun 2011 tentang Kode Etik. Ancaman terberat yaitu pemecatan.

" Hukuman terberat adalah Pemberhentian Dengan Tidak Hormat (PDTH)," kata dia.

Sedangkan secara hukum, R dikenai ancaman pidana. Terhadap R dikenakan Pasal 348 Juncto Pasal 55 KUHP.

" Secara pidana untuk kita juga akan menjerat Pasal 348 juncto 55 KUHP," kata dia.

Beri Komentar