Selasa, 20 Oktober 2026 Cari

Potret Haru Seorang Bocah Ngintip Nonton Kartun di TV Tetangga

Reporter : Idho Rahaldi
Senin, 4 November 2019 14:50
Potret Haru Seorang Bocah Ngintip Nonton Kartun di TV Tetangga
Ia hanya bisa mengintip dari balik tembok...

Dream - Potret seorang bocah laki-laki mengintip dari balik tembok untuk ikut menonton tayangan kartun bikin haru media sosial.

Kisah itu dibagikan oleh pengguna facebook dengan akun Angel Fonseca.

Dalam postingan Angel terlihat seorang bocah berkaus hijau tengah berdiri di samping tembok pintu masuk sebuah ruko. Wajahnya seperti melihat sebuah televisi yang menayangkan program kartun.

Bocah itu terlihat sangat menikmati acara TV sehingga tidak menyadari ada seseorang yang memperhatikannya.

" Tidak semua orang terlahir dengan kesempatan yang sama. Hargai apa yang kamu punya," tulis Angel Fonseca pada caption postingannya.

1 dari 5 halaman

Mengingatkan Masa Kecil yang Susah

Pemilik akun bernama asli Angel de Jesus Fonseca Lopez tersebut juga menjelaskan bagaimana awal mula dirinya bertemu dengan bocah tersebut.

Angel mengatakan bahwa ia bertemu bocah bernama Carlos saat ia akan berangkat kerja. Foto itu diambilnya di Las Choapas, Veracruz, Meksiko.

Ia merasa iba lantaran dirinya juga memiliki pengalaman yang sama dengan Carlos saat kecil dulu.

Berasal dari ekonomi rendah sehingga untuk menonton TV pun harus numpang tetangga. Ia bercerita bahwa orang tuanya dulu sangat miskin, ia tidak memiliki televisi sendiri.

Karena itu, Angel juga dulunya menonton televisi lewat jendela tetangga.

2 dari 5 halaman

Hati Netizen Tergerak Membantu

Postingan facebook Angel Fonseca itupun memancing perhatian dan respon netizen. Angel pun menawarkan diri mengumpulkan sumbangan dari para netizen yang ingin membantu bocah tersebut.

Berdasarkan data dari Energy Access Outlook 2017 di situs iea.org, sekitar 1,1 miliar orang, atau 14 persen populasi dunia, tidak memiliki akses listrik.

Banyak lagi yang mendapatkan pasokan listrik yang berkualitas buruk.

Sekitar 84% dari mereka yang tidak memiliki akses listrik tinggal di daerah pedesaan.

Lebih dari 95% dari mereka yang hidup tanpa listrik berada di negara-negara di Afrika sub-Sahara dan negara-negara berkembang di Asia.

3 dari 5 halaman

Kisah Pilu Keluarga Miskin Mengais Kulit Ayam Sisa Kantin Demi Bisa Makan

Dream - Kemiskinan membuat sebuah keluarga di Kelantan, Malaysia, melalui masa-masa yang sangat sulit. Keluarga Siti Hamidah Abdul Hamid hanya bergantung pada pendapatan suaminya untuk menutupi pengeluaran mereka.

Padahal, suami Siti yang bernama Muhamad Zuhaidi Safin hanya bekerja sebagai buruh. Penghasilan pria 33 tahun itu tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka setiap hari.

Namun tak lantas mereka berpangku tangan menerima nasib. Untuk memenuhi kebutuhan makan setiap hari, keluarga Siti mengais kulit ayam yang dibuang sebuah kantin.

Meski banyak yang tidak suka, Wanita 32 tahun itu mengatakan, kulit ayam sekarang jadi makanan 'mewah' sekaligus favorit keluarganya.

4 dari 5 halaman

Tak Mampu Membeli Daging atau Ikan

Siti mengaku tidak mampu membeli daging sapi, daging ayam, atau ikan setiap hari karena penghasilan suaminya yang tak seberapa.

Beruntung ada kulit ayam yang dia dapatkan dari kantin di dekat sebuah sekolah di Kelantan.

" Saya merasa sayang dengan kulit ayam yang dibuang oleh kantin tersebut. Apalagi keluarga saya tak mampu membeli daging sapi, daging ayam, atau ikan setiap hari," katanya.

Karena itu dia sangat bersyukur ada orang yang berbaik hati memberikan kulit ayam untuk diolah jadi makanan.

5 dari 5 halaman

Terpaksa Makan Kulit Ayam Meski Tidak Sehat

Siti sadar bahwa kulit ayam tidak baik bagi kesehatan. Tapi keluarganya tak punya pilihan karena miskin.

Ketiga anaknya yang masih kecil bahkan sangat menikmati kulit ayam sisa tersebut sejak dua tahun yang lalu.

" Semua anak saya yaitu Siti Aisyah (8 tahun), Norsyayidah Nafisah (6 tahun), dan Nor Syafiya Nadira (3 tahun), suka makan kulit ayam sejak dua tahun lalu," katanya.

Sementara itu, Muhamad Zuhaidi mengatakan bahwa gajinya sebagai buruh tidak tetap. Dia juga harus membayar sewa rumah mereka.

Meskipun rumah yang disewa sudah reyot, Muhamad Zuhaidi tetap harus membayar uang sewanya sekitar 100 ringgit atau sekira Rp341 ribu sebulan.

" Yang paling penting adalah keluarga saya bisa makan dan tetap sehat," katanya. Muhamad Zuhaidi berharap keluarganya bisa punya rumah sendiri suatu hari nanti.

Beri Komentar