Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - Seperti anak muda kebanyakan di Amerika Serikat, Peter Casey tak pernah 'alergi' dengan segala tren terbaru. Casey seorang mualaf. Dia pun berganti nama menjadi Abdulmalik.
Sebagai seorang mualaf dia selalu membaur dan berinteraksi dengan siapa saja, tanpa malu menyembunyikan identitas keislamannya.
Dia selalu pergi ke masjid setiap hari dengan 'menumpang' skateboard --gaya khas anak muda AS. Ia juga jarang berpikir dua kali melakukan ibadah salat di kedai kopi Starbucks, jika kebetulan tengah 'nongkrong' di sana dan waktu salat tiba.
Lulusan Queen College berusia 23 tahun ini melakukan hal-hal tersebut sebagai upayanya untuk menghapus pandangan miring dan kesalahpahaman orang terhadap Islam.

Tragedi 11 September 2001 menjadi awal Casey mulai tertarik mengenal Islam. Ia yang waktu itu masih 13 tahun mulai menemukan kesadaran akan pentingnya agama. Casey mulai bisa melihat Islam secara utuh, sehingga akhirnya tertarik untuk mempelajarinya.
Dua tahun kemudian, pada usia 15 tahun, Casey memutuskan untuk masuk Islam. Sejak itu, ia berupaya menghilangkan stigma buruk keyakinan barunya itu dari masyarakat Amerika yang selalu curiga dengan Islam.

Salah satunya memalui channel video Dawah Addict di Youtube yang berisi topik bagaimana menjadi muslim. " Ketika saya pertama kali menjadi muslim, banyak orang-orang berkata, 'Mengapa tidak ada lagi muslim mengatakan terorisme adalah buruk? Mengapa tidak ada Muslim di luar sana menerangkan apa Islam itu?'," kata Casey.
" Dan saya pikir, saya akan melakukannya jika tidak ada orang lain yang mau melakukannya" .
Casey ingin berbagi tentang apa yang membuatnya sangat bahagia dan telah membawa begitu banyak kedamaiannya. " Saya merasa seperti punya utang kepada masyarakat Amerika," ujarnya. (Ism, Sumber: New York Times)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya