Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Jihad Al-Suwaiti (Foto: World Of Buzz)
Dream - Di tengah pandemi yang sedang terjadi saat ini, setiap pasien yang terinfeksi harus menjauh sementara dari anggota keluarga lain dan menjalani karantina. Untuk mereka yang memiliki gejala serius biasanya menjalani perawatan di rumah sakit dengan kontak yang sangat dibatasi.
Pihak keluarga tidak diperbolehkan mengunjungi pasien yang terpapar selama berminggu-minggu bahkan berbulan-bulan. Mereka baru bisa melihat anggota keluarga saat pasien benar-benar sudah dinyatakan bebas dari virus corona di tubuhnya.
Tak heran kita sering melihat atau membaca tindakan nekat yang dilakukan anggota keluarga untuk sekadar melihat wajah pasangan, orang tua, atau anak mereka. Seperti dilekukan seorang seorang pria yang ibunya dirawat di rumah sakit akibat terinfeksi Covid-19.
Dilansir dari World of Buzz, menurut laporan dari Astro Awani, pria berusia 30 tahun rela memanjat jendela rumah sakit setiap hari untuk memastikan ibunya yang terinfeksi Covid-19 mendapat perawatan dan perhatian sebaik mungkin.
Foto dan video pria yang sedang duduk di dekat jendela rumah sakit pun menjadi viral dan menyentuh banyak hati warganet.
Pria tersebut diketahui bernama Jihad Al-Suwaiti dari Hebron, Palestina. Ia dilaporkan duduk di jendela rumah sakit setiap hari selama ibunya, Rasma Salama, dirawat.
Namun takdir berkata lain. Sang ibu menghembuskan napas terakhirnya pada 16 Juli 2020 lalu.
Seorang pejabat rumah sakit mengatakan pria itu beradai di balkon lantai dua rumah sakit setelah memanjat pipa.
" Dia memanjat pipa sehingga dia bisa memantau ibunya yang ada di lantai dua rumah sakit," kata pejabat yang tak mau disebutkan namanya itu.
Pria itu biasanya akan menghabiskan sebagian besar harinya di balkon tersebut. Dia akan mengamati kondisi ibunya dari luar jendela sebelum akhirna turun.
(Dia turun) ketika yakin ibunya tertidur."
Kakak laki-laki Jihad, Rasmi, mengatakan kepada media adiknya sudah sering dilarang melakukan tindakan itu oleh pengelola rumah sakit karena alasan keamanan. Namun Jihad tetap keras kepala dan terus memanjat jendela setiap hari.
" Jihad adalah anak bungsu dan memang dekat dengan ibunya, terutama setelah kematian ayah kami 15 tahun yang lalu," katanya.
“ Ibu kami menderita leukemia dan didiagnosis dengan Covid-19 beberapa minggu yang lalu. Ketika diberitahu tentang kematian ibu kami, Jihad marah dan tidak percaya. "
Namun saat ini, Jihad sudah mulai berusaha ikhlas dan menerima kepergian sang ibu.
(Sah, Sumber: Worldofbuzz)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya