Selasa, 20 Oktober 2026 Cari

Panjat Pipa, Pria Ini Temani Ibu Positif Corona dari Balik Jendela Lantai 2 RS

Reporter : Razdkanya Ramadhanty
Selasa, 21 Juli 2020 09:01
Panjat Pipa, Pria Ini Temani Ibu Positif Corona dari Balik Jendela Lantai 2 RS
Ia dilaporkan duduk di jendela rumah sakit setiap hari sampai ibunya, Rasma Salama, menghembuskan napas terakhirnya

Dream - Di tengah pandemi yang sedang terjadi saat ini, setiap pasien yang terinfeksi harus menjauh sementara dari anggota keluarga lain dan menjalani karantina. Untuk mereka yang memiliki gejala serius biasanya menjalani perawatan di rumah sakit dengan kontak yang sangat dibatasi.  

Pihak keluarga tidak diperbolehkan mengunjungi pasien yang terpapar selama berminggu-minggu bahkan berbulan-bulan. Mereka baru bisa melihat anggota keluarga saat pasien benar-benar sudah dinyatakan bebas dari virus corona di tubuhnya. 

Tak heran kita sering melihat atau membaca tindakan nekat yang dilakukan anggota keluarga untuk sekadar melihat wajah pasangan, orang tua, atau anak mereka. Seperti dilekukan seorang seorang pria yang ibunya dirawat di rumah sakit akibat terinfeksi Covid-19.

Dilansir dari World of Buzz, menurut laporan dari Astro Awani, pria berusia 30 tahun rela memanjat jendela rumah sakit setiap hari untuk memastikan ibunya yang terinfeksi Covid-19 mendapat perawatan dan perhatian sebaik mungkin.

1 dari 3 halaman

Foto dan video pria yang sedang duduk di dekat jendela rumah sakit pun menjadi viral dan menyentuh banyak hati warganet.

Pria tersebut diketahui bernama Jihad Al-Suwaiti dari Hebron, Palestina. Ia dilaporkan duduk di jendela rumah sakit setiap hari selama ibunya, Rasma Salama, dirawat.

Namun takdir berkata lain. Sang ibu menghembuskan napas terakhirnya pada 16 Juli 2020 lalu.

Jihad Al-Suwaiti

2 dari 3 halaman

Seorang pejabat rumah sakit mengatakan pria itu beradai di balkon lantai dua rumah sakit setelah memanjat pipa.  

" Dia memanjat pipa sehingga dia bisa memantau ibunya yang ada di lantai dua rumah sakit," kata pejabat yang tak mau disebutkan namanya itu.

Pria itu biasanya akan menghabiskan sebagian besar harinya di balkon tersebut. Dia akan mengamati kondisi ibunya dari luar jendela sebelum akhirna turun.

(Dia turun) ketika yakin ibunya tertidur."

Ibu Jihad Al-Suwaiti

3 dari 3 halaman

Kakak laki-laki Jihad, Rasmi, mengatakan kepada media adiknya sudah sering dilarang melakukan tindakan itu oleh pengelola rumah sakit karena alasan keamanan. Namun  Jihad tetap keras kepala dan terus memanjat jendela setiap hari.

" Jihad adalah anak bungsu dan memang dekat dengan ibunya, terutama setelah kematian ayah kami 15 tahun yang lalu," katanya.

“ Ibu kami menderita leukemia dan didiagnosis dengan Covid-19 beberapa minggu yang lalu. Ketika diberitahu tentang kematian ibu kami, Jihad marah dan tidak percaya. "

Namun saat ini, Jihad sudah mulai berusaha ikhlas dan menerima kepergian sang ibu.

(Sah, Sumber: Worldofbuzz)

Beri Komentar