6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Wakil Presiden Ma'ruf Amin (Liputan6.com)
Dream - Wakil Presiden Ma'ruf Amin mengingatkan pengasuh pondok pesantren tentang kemungkinan tempat pendidikan mereka yang berpotensi menjadi klaster baru penyebaran Covid-19. Hal itu bisa terjadi apabila tidak dilakukan upaya pencegahan dengan menyiapkan prosedur penerimaan kembali santri yang sesuai dengan protokol kesehatan.
" Kalau tidak dipersiapkan dengan baik, ini (pesantren) bisa menjadi klaster baru. Ini yang saya lebih takutkan," ujar Ma'ruf, dikutip dari Liputan6.com.
Menurut Ma'ruf, penularan Covid-19 di pesantren bisa berlangsung dengan cepat mengingat para santri dan pengajar berasal dari berbagai daerah. Untuk itu, sarana kesehatan harus disiapkan sebelum para santri kembali kembali ke pesantren.
" Pesantren ini kan kalau tidak dipersiapkan, ini bisa bahaya. Datang anak, kemudian ada yang terpapar, maka itu bisa menjadi klaster baru di pesantren itu," kata dia.
Selain itu, masih banyak pesantren yang tidak layak dihuni secara berkelompok. Kamar tidur asrama seringkali diisi santri yang jumlahnya melebihi kapasitas.
" Pesantren kan banyak yang tempatnya dempet-dempetan, satu kamar itu mestinya lima orang tapi dipakai untuk 15 orang. Saya kan alumni pesantren, jadi tahu, memang pesantren itu kan begitu, apa adanya," kata dia.
Selanjutnya, Ma'ruf meminta para pengurus pondok pesantren menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Juga memberlakukan tes cepat terhadap para santri dan pengajar sebelum aktivitas belajar mengajar kembali dijalankan.
Selain itu, sarana kesehatan juga harus memenuhi standar protokol Covid-19. Seperti ada tempat cuci tangan dengan air mengalir, sanitasi dan tempat wudhu yang bersih.
" Oleh karena itu, pertama, yang masuk harus steril, jadi harus di-rapid test dulu bahwa dia tidak terinfeksi. Kemudian ada tempat cuci tangan dan sebagainya, kamarnya diatur dengan baik. Kalau tidak begitu, maka pesantren bisa menjadi klaster baru untuk Covid-19," kata dia.
Sumber: Liputan6.com.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
