Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Juru Bicara Pemerintah Untuk Penanganan Covid-19, Achmad Yurianto.
Dream - Data kasus kematian akibat virus corona di Indonesia telah mencapai angka di atas 4.000. Bahkan angka tersebut makin meninggi.
Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, Achmad Yurianto, mengatakan kasus positif Covid-19 dalam sehari mengalami penambahan sebanyak 1.693 orang.
" Sehingga totalnya menjadi 88.214 orang," ujar Yurianto, Senin 20 Juli 2020.
Angka kesembuhan turut mengalami kenaikan sebanyak 1.576 orang. Jumlah tersebut menambah angka pasien sembuh secara keseluruhan menjadi 46.977 orang.
" Dilaporkan 96 orang meninggal sehingga total menjadi 4.239 orang."
Data penambahan kasus didapatkan dari beberapa provinsi. Seperti DKI Jakarta dengan 361 kasus baru dan 154 pasien sembuh. Catatan ini menjadikan provinsi DKI Jakarta mencatat penambahan kasus Covid-19 terbanyak di Indonesia.
Disusul Jawa Tengah dengan 354 kasus baru (300 sembuh), Jawa Timur 237 kasus baru (375 sembuh), lalu Sulawesi Selatan 125 kasus (278 sembuh).
Selanjutnya ada Gorontalo dengan 105 kasus baru dan tidak ada laporan sembuh. Kemudian Sulawesi Utara 64 kasus baru 39 sembuh dan Jawa Barat dengan 60 kasus baru dan 93 sembuh.
" Ada 16 provinsi hari ini melaporkan penambahan kasus di bawah 10 dan 7 provinsi yang tidak ada penambahan kasus sama sekali, di antaranya Bengkulu, Jambi, Kalimantan Barat, Kepulauan Riau, Sulawesi Tengah, dan Lampung," kata Yurianto.
Lebih lanjut, Yurianto mengatakan penambahan kasus baru ini berasal dari aktivitas produktif yang belakangan terjadi. Tetapi, aktivitas tersebut tidak diiringi dengan disiplin menerapkan protokol kesehatan.
" Penambahan kasus ini adalah gambaran aktivitas produktif semakin tinggi namun tidak mematuhi protokol kesehatan, menjaga jarak, menggunakan masker dengan baik dan benar, serta kemudian mencuci tangan," kata Yurianto.
Dia pun menekankan agar masyarakat benar-benar menerapkan kebiasaan baru dalam bekerja. Demikian pula dengan pengelola tempat kerja seperti kantor, gedung, maupun pabrik.
" Oleh karena itu sekali lagi tempat bekerja, kantor atau industri atau pabrik kami mohon untuk betul-betul bisa menciptakan suasana kerja yang aman," kata dia.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya