Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Sumber: SWNS.COM Via Mirror.co.uk
Dream - Joy Andrew. Mungkin dialah nenek " sakti" . Betapa tidak, nenek berusia 99 tahun itu berulang kali lolos dari maut.
Joy yang kini menderita dementia itu pernah lolos dari pembantaian Nazi, selamat dari kecelakaan pesawat, sembuh dari kanker payudara, dan kini menang melawan virus corona.
Dia secara menakjubkan sembuh dari Covid-19 saat menjalani pengobatan di panti Minster Grange, York, North Yorks, Inggris. Di wilayah itu, telah ada 30 orang meninggal dunia akibat virus corona.
Neburut putrinya, Michele Andrew, pada 30 Mei 2020, staf panti itu memberitahunya ibundanya sedang kritis, berada di tubir kematian. Sang ibu sudah tak mau makan dan minum.
Namun, vonis dokter itu rupanya salah. Sejak hari itu, kondisi Joy justru terus membaik hingga dinyatakan sembuh dari Covid-19.
Keajaiban itu bukan yang pertama bagi Joy. Dia telah beberapa kali berhadapan dengan maut. Namun selalu saja dia selamat dan bertahan hidup hingga kini.
" Ibuku selamat dari upaya pembunuhan di Jerman pascaperang oleh sopirnya, yang kemudian diidentifikasi sebagai Nazi," kata Michele.
Joy juga menjadi salah satu pramugari yang selamat saat pesawatnya mengalami kecelakaan dan mendarat darurat di padang pasir. " Diselamatkan oleh Badui," tambah Michele.
Tak hanya itu, Joy juga sembuh dari kanker payudara yang menggerogotinya. " Dia tentu tidak akan membiarkan virus corona mengalahkannya," jelas Michele.
Selama perang, mantan sersan pasukan wanita pembantu angkatan udara (WAAF) itu telah mengabdi dalam Operasi Kamar di Komando Pengeboman yang berbasis di Pocklington dan Melbourne.
Kemudian, Joy bergabung dengan British Army of the Rhine (BAOR) dan ditempatkan di Dusseldorf, Jerman. Di kota itu, Joy sangat dekat dengan keluarga yang memiliki putri seorang anggota Nazi.
" Ibuku diberi sopir sendiri untuk mengantarnya kemanapun dia pergi," ujar Michele.
Joy pernah melakukan perjalanan sendiri ke Berlin, termasuk ke sisa-sisa Reichstag, gedung parlemen Jerman.
" Dia juga pergi ke Pengadilan Nuremberg. Karena keluarga ibuku orang Yahudi, ini jelas penting baginya," tambah Michele.
Menurut Michele, anak perempuan keluarga yang sangat akrab dengan Joy itu memberi tahu sang sopir tentang ibunya yang berdarah Yahudi.
" Suatu hari, pengemudi menjemputnya dan, dalam perjalanan ke tujuan, sengaja menabrak mobil sebagai upaya untuk membunuhnya," kata Michele.
Joy hingga kini masih trauma dengan upaya pembunuhan tersebut. " Sopir itu ditangkap dan ternyata seorang Nazi."
Michele mengatakan, ibunya bergabung dengan BOAC setelah perang, sebagai salah satu pramugari pertama dan terbang dengan rute Afrika.
Suatu hari pilot melakukan kesalahan yang mengerikan dan terbang di luar jalur sehingga pesawat kehabisan bahan bakar.
" Pesawat itu, seperti sebuah komet, jatuh di Libya dan pecah karena benturan. Awaknya selamat tetapi satu penumpang meninggal. Mereka semua terdampar di padang pasir dan diselamatkan oleh para Badui," ujar Michele.
Pada 1950-an, Joy menikah dengan suami David Andrew, Pemimpin Skuadron di RAF, dan pada 1963 pasangan itu mengadopsi Michele.
Pada 1970-an Joy mengalahkan kanker payudara. Sementara, David meninggal karena kanker pada 2013. Joy pindah dari St. Albans ke rumah di Haxby Road dekat putrinya pada tahun yang sama.
Pada 16 Mei lalu, Joy menjalani tes Covid-19 dan hasilnya dinyatakan positif terinfeksi corona. Di kota itu diketahui pada minggu pertama bulan tersebut, terdapat 20 orang yang meninggal karena Covid-19.
Michele memuji salah satu pengasuh ibunya yang kembali bekerja setelah dirawat di Rumah Sakit York karena virus corona. " Aku mengagumi keberaniannya," kata dia.
Menurut Michele, dari delapan orang yang tinggal di gedung yang ditempati Joy, hanya tiga yang tersisa. Mereka semua adalah orang yang dikenal baik oleh Michele.
" Setelah enam setengah tahun mengunjungi ibu saya di sana, Minster Grange telah menjadi rumah ke dua. Saya terkejut dan tertekan oleh jumlah penghuni yang telah meninggal," kata dia.
Tentu sembuhnya Joy disambut gembira oleh Michele dan keluarganya. Mereka berencana menggelar perayaan dengan staf dan penghuni panti jompo itu saat ulang tahun ke-100 Joy pada 22 November mendatang.
" Saya ingin mengadakan pesta untuk penghuni dan staf, jika memungkinkan, sebagai penanda prestasi luar biasa lain," kata dia.
Sumber: Mirror.co.uk
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya