Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi
Dream - Beberapa profesor Amerika Serikat di Virginia Tech mengklaim berhasil mengembangkan pelapis yang efektif mematikan SARS-CoV-2, penyebab Covid-19, dalam waktu paling lama satu jam. Hasil penelitian itu telah dipublikasikan di jurnal ACS Applied Materials & Interfaces.
Para profesor yang bekerja di Virginia Polytechnic Institute and State University ini menyatakan pelapis mereka terbuat dari partikel cuprous oxide (Cu2O) yang diikat dengan poliuretan. Pelapis ini dapat menonatifkan virus corona dengan tingkat 99,9 persen setelah kontak selama satu jam dengan virus.
" Setelah satu jam (virus corona) menempel pada kaca atau stainless steel yang sudah dilapisi, titer virus tereduksi hingga 99,9 persen dibandingkan dengan sampel yang tidak dilapisi. Keuntungan dari lapisan berbasis poliuretan adalah bahwa poliuretan sudah digunakan untuk melapisi sejumlah besar benda sehari-hari," demikian penjelasan pada bagian abstraksi penelitian tersebut.
Profesor Teknik Kimia pada Virginia Tech, William Ducker, telah terlibat dalam penelitian tersebut sejak pertengahan Maret. Dia menjelaskan ide utama dari penelitian itu adalah ketika droplet menempel di benda padat, virus yang ada pada droplet akan dimatikan.
" Satu jam merupakan periode terpendek dari yang kami uji sejauh ini, dan pengujian periode lebih pendek saat ini sedang berjalan," kata Ducker.
Meski demikian, Ducker mengatakan material pelapis ini tidak menggantikan tindakan pencegahan lain seperti menjaga jarak dan mengenakan masker wajah. Sehingga, orang-orang tetap harus menerapkan protokol kesehatan untuk menghentikan penularan virus corona.
Dia berharap ada pihak yang berniat membiayai penelitian ini sehingga lapisan film yang sudah ditemukan dapat diproduksi massal. Tetapi, Ducker menegaskan itu tidak menggantikan langkah-langkah pencegahan lainnya.
Penelitian mengenai Covid-19 menunjukkan virus corona dapat menular lewat udara yang tercemar atau setelah menyentuh objek yang terkontaminasi. Perkembangan paling kini, WHO menyatakan penularan virus corona lewat udara dapat terjadi sepanjang prosedur medis yang menghasilkan aerosol.
Sumber: NBC 12
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya