Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi (Shutterstock.com)
Dream - Di awal-awal pandemi Covid-19, para peneliti mendapatkan bukti golongan darah mungkin menjadi faktor penting terkait ketahanan seseorang dari paparn virus corona. Golongan darah juga sering dikaitkan dengan kondisi kesehatan yang membahayakan.
Namun dalam beberapa bulan terakhir, setelah melihat angka kasus Covid-19 bertambah ribuan, ilmuwan menyatakan hubungan antara golongan darah dengan tingkat risiko akibat Covid-19 sangat lemah.
Dua penelitian, satu dari Massachusetts General Hospital sedangkan lainnya dari Columbia Presbyterian Hospital di New York, menyatakan tidak ditemukan bukti golongan darah A meningkatkan kemungkinan orang terinfeksi Covid-19.
Laporan terkini juga menyatakan orang dengan golongan darah O memungkinkan untuk terinfeksi. Tetapi dampaknya sangat kecil sehingga tidak bisa dijadikan pegangan.
" Tidak boleh satu orangpun berpikir mereka terlindungi," ujar ilmuwan data pada Columbia University, Nicholas Tatonetti.
Melihat rekam medis dari 7.770 orang yang dinyatakan positif Covid-19, Tatonetti dan mahasiswa bimbingnnya, Michael Zietz, mendapati orang dengan golongan darah A memiliki risiko lebih rendah untuk ditempatkan di ruangan dengan ventilator akibat Covid-19.
Orang-orang dengan golongan darah AB punya risiko lebih tinggi. Tetapi, dua ilmuwan tersebut mengingatkan hasil ini tidak dapat diandalkan karena begitu sedikit pasien dengan golongan darah AB dalam penelitian mereka.
Tatonetti dan Zietz merilis hasil awal dari 1.559 pasien di Rumah Sakit Presbyterian Columbia pada April. Survei mereka dengan skala lebih besar sedang ditinjau untuk publikasi dalam jurnal ilmiah.
Studi baru lainnya yang dilakukan di Rumah Sakit Umum Massachusetts, memberikan gambaran agak berbeda. Para peneliti menemukan orang dengan tipe O sedikit lebih kecil kemungkinannya mengalami Covid-19.
Tetapi golongan darah tidak mempengaruhi apakah orang harus ditempatkan pada ventilator atau kemungkinan mereka akan mati.
Ahli bedah vaskular di rumah sakit dan penulis senior studi tersebut, Anahita Dua, mengatakan golongan darah bukanlah sesuatu yang dia pertimbangkan ketika menilai risiko yang dihadapi oleh pasien yang dites positif Covid-19. " Aku bahkan tidak akan membahasnya," katanya.
" Dengan makalah baru ini, mungkin disimpulkan golongan darah tidak mempengaruhi penyakit ini," kata Direktur Institute for Medical Genetics di University Medicine Rostock Jerman, Joern Bullerdiek.
Bahkan jika golongan darah tidak terlalu berperan untuk mengobati orang dengan Covid-19, mereka dapat mengungkapkan sesuatu yang penting tentang sifat dasar penyakit ini. Itu karena golongan darah memengaruhi cara sistem kekebalan tubuh melawan infeksi.
Orang dengan golongan darah A tidak membuat antibodi yang sama dengan orang dengan golongan darah B, misalnya. Dapat dibayangkan perbedaan molekuler dalam sistem kekebalan ini menjelaskan hubungan yang diakui antara golongan darah dan infeksi virus corona.
Tapi Zietz melihat kemungkinan lain. " Ada beberapa bukti bahwa golongan darah tertentu memiliki risiko pembekuan yang berbeda," katanya.
Dokter awalnya memperlakukan Covid-19 sebagai penyakit pernapasan seperti flu yang terutama merusak selaput paru-paru. Tetapi menjadi jelas virus corona dapat menyebabkan sejumlah besar gumpalan darah kecil.
" Itu hubungan yang tepat untuk eksperimen sekarang," kata Tatonetti.
Meskipun Tatonetti mungkin sekarang kesulitan menemukan banyak pasien untuk mempelajari hubungan golongan darah di New York, yang lain pasti dapat melakukannya.
" Ada begitu banyak orang yang terinfeksi sekarang di seluruh negeri sehingga akan ada kesempatan untuk mempelajari populasi yang jauh lebih luas daripada hanya New York City," katanya.
Sumber: Straits Times
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya