Selasa, 20 Oktober 2026 Cari

Ilmuwan AS: Virus Corona Tak Pandang Golongan Darah

Reporter : Ahmad Baiquni
Senin, 20 Juli 2020 10:01
Ilmuwan AS: Virus Corona Tak Pandang Golongan Darah
Sebelumnya sempat muncul asumsi golongan darah berpengaruh pada tingkat keparahan seseorang tertular Covid-19.

Dream - Di awal-awal pandemi Covid-19, para peneliti mendapatkan bukti golongan darah mungkin menjadi faktor penting terkait ketahanan seseorang dari paparn virus corona. Golongan darah juga sering dikaitkan dengan kondisi kesehatan yang membahayakan.

Namun dalam beberapa bulan terakhir, setelah melihat angka kasus Covid-19 bertambah ribuan, ilmuwan menyatakan hubungan antara golongan darah dengan tingkat risiko akibat Covid-19 sangat lemah.

Dua penelitian, satu dari Massachusetts General Hospital sedangkan lainnya dari Columbia Presbyterian Hospital di New York, menyatakan tidak ditemukan bukti golongan darah A meningkatkan kemungkinan orang terinfeksi Covid-19.

Laporan terkini juga menyatakan orang dengan golongan darah O memungkinkan untuk terinfeksi. Tetapi dampaknya sangat kecil sehingga tidak bisa dijadikan pegangan.

" Tidak boleh satu orangpun berpikir mereka terlindungi," ujar ilmuwan data pada Columbia University, Nicholas Tatonetti.

 

1 dari 4 halaman

Melihat rekam medis dari 7.770 orang yang dinyatakan positif Covid-19, Tatonetti dan mahasiswa bimbingnnya, Michael Zietz, mendapati orang dengan golongan darah A memiliki risiko lebih rendah untuk ditempatkan di ruangan dengan ventilator akibat Covid-19.

Orang-orang dengan golongan darah AB punya risiko lebih tinggi. Tetapi, dua ilmuwan tersebut mengingatkan hasil ini tidak dapat diandalkan karena begitu sedikit pasien dengan golongan darah AB dalam penelitian mereka.

Tatonetti dan Zietz merilis hasil awal dari 1.559 pasien di Rumah Sakit Presbyterian Columbia pada April. Survei mereka dengan skala lebih besar sedang ditinjau untuk publikasi dalam jurnal ilmiah.

 

2 dari 4 halaman

Studi baru lainnya yang dilakukan di Rumah Sakit Umum Massachusetts, memberikan gambaran agak berbeda. Para peneliti menemukan orang dengan tipe O sedikit lebih kecil kemungkinannya mengalami Covid-19. 

Tetapi golongan darah tidak mempengaruhi apakah orang harus ditempatkan pada ventilator atau kemungkinan mereka akan mati.

Ahli bedah vaskular di rumah sakit dan penulis senior studi tersebut, Anahita Dua, mengatakan golongan darah bukanlah sesuatu yang dia pertimbangkan ketika menilai risiko yang dihadapi oleh pasien yang dites positif Covid-19. " Aku bahkan tidak akan membahasnya," katanya.

" Dengan makalah baru ini, mungkin disimpulkan golongan darah tidak mempengaruhi penyakit ini," kata Direktur Institute for Medical Genetics di University Medicine Rostock Jerman, Joern Bullerdiek.

 

3 dari 4 halaman

Bahkan jika golongan darah tidak terlalu berperan untuk mengobati orang dengan Covid-19, mereka dapat mengungkapkan sesuatu yang penting tentang sifat dasar penyakit ini. Itu karena golongan darah memengaruhi cara sistem kekebalan tubuh melawan infeksi.

Orang dengan golongan darah A tidak membuat antibodi yang sama dengan orang dengan golongan darah B, misalnya. Dapat dibayangkan perbedaan molekuler dalam sistem kekebalan ini menjelaskan hubungan yang diakui antara golongan darah dan infeksi virus corona.

Tapi Zietz melihat kemungkinan lain. " Ada beberapa bukti bahwa golongan darah tertentu memiliki risiko pembekuan yang berbeda," katanya.

 

4 dari 4 halaman

Dokter awalnya memperlakukan Covid-19 sebagai penyakit pernapasan seperti flu yang terutama merusak selaput paru-paru. Tetapi menjadi jelas virus corona dapat menyebabkan sejumlah besar gumpalan darah kecil.

" Itu hubungan yang tepat untuk eksperimen sekarang," kata Tatonetti.

Meskipun Tatonetti mungkin sekarang kesulitan menemukan banyak pasien untuk mempelajari hubungan golongan darah di New York, yang lain pasti dapat melakukannya.

" Ada begitu banyak orang yang terinfeksi sekarang di seluruh negeri sehingga akan ada kesempatan untuk mempelajari populasi yang jauh lebih luas daripada hanya New York City," katanya.

Sumber: Straits Times

Beri Komentar