Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi (Foto: Shutterstock.com)
Dream - Dunia maya menjanjikan ketenaran dalam waktu singkat. Bukan sesuatu yang mengherankan jika banyak orang nekat berbuat apa saja demi bisa viral di internet.
Bahkan, ada juga mereka yang merelakan nyawa hanya demi bisa terkenal. Seperti pria asal China satu ini.
Chu, 29 tahun, tewas sebelum Tahun Baru akibat terlalu banyak minum cairan. Dia bahkan mengunggah aksi ekstremnya secara live streaming di media sosial.
Pemuda ini dilaporkan meminum bir, spiritus, hingga minyak goreng selama tiga bulan berturut-turut. Lama kelamaan, tubuhnya melemah dan akhirnya menyerah.

Dikutip dari Nextshark, Chu membuat siaran langsung terakhirnya lewat aplikasi video Liaoliao pada 31 Desember tahun lalu.
Dia minum alkohol di depan kamera di sebuah supermarket di Dalian, Provinsi Liaoning sebelum akhirnya jatuh sakit dan meninggal dalam taksi di tengah perjalanan pulangnya.
Salah satu teman Chu yang tidak berkenan disebut namanya mengatakan, pria itu tewas bukan karena kebanyakan minum cairan. Tetapi karena tidak pernah istirahat.
" Dia mati bukan karena minum di hari itu, tapi karena dia sudah melakukannya selama tiga bulan lamanya. Dia minum bir dan cairan lainnya tanpa pernah istirahat, bahkan sehari saja," kata teman Chu.

Pada satu titik, Chu sudah tidak sanggup lagi. Tetapi, dia memaksakan diri demi mendapatkan uang.
" Dalam salah satu video, dia duduk untuk memberitahu orang-orang dia sudah tidak sanggup lagi melakukannya. Dia sempat kejang, tapi orang-orang tetap memintanya untuk lanjut," ucap teman Chu melanjutkan.
Seorang broadcaster mandiri seperti Chu akan melakukan segala macam aksi yang memungkinkan di bawah aturan penyensoran.
Mulai dari bernyanyi, menari, bermain gim, makan, minum, apapun, demi mengejar ketenaran dalam dunia maya.
Setelah kasus kematian Chu, Liaoliao menunda operasi untuk menjalankan mekanisme 'inspeksi diri'. Konon, kebijakan ini dijalankan platform berbagi video asal China ini lantaran harus menaati aturan dari pemerintah setempat mengenai " pembersihan internet" .
Tidak jelas siapa yang bisa dimintai pertanggungjawaban atas kematian Chu. Tetapi, seorang pria bermarga Wang muncul dan membuat pengakuan dia turut bertanggung jawab karena menjadi pemantau chat room yang digunakan Chu. (ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya