Geger Celengan & Karung Emas Pria Renta Penghuni Rumah Reot

Reporter : Muhammad Ilman Nafi'an
Senin, 30 Juli 2018 09:01
Geger Celengan & Karung Emas Pria Renta Penghuni Rumah Reot
Tabungan dari uang koin dan kertas mencapai Rp14,5 juta

Dream - Hidup sebatang kara dan tinggal di rumah penuh rongsokan di Desa Troken, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah sudah dilakoni Mbah Legi sejak lama. Meski tak muda lagi, Mbah Legi tetap bekerja keras di tengah keterbatasan ekonomi.

Pria pekerja keras itu sedang menjadi perbincangan media sosial setelah warga setempat melihat benda mengejutkan di rumahnya. 

Tak banyak yang tahu jika Mbah Legi ternyata selama ini rutin menyimpan uangnya dalam sebuah celengan. Uang hasil kerja kerasnya itu sudah tersimpan lama di rumahnya. 

Cerita mengharukan yang direkam dalam sebuah video ini diunggah seorang pemilik akun facebook bernama Andre.

Dalam video terlihat beberapa warga tengah membantu menghitung ribuan koin dari celengan Mbah Legi. Selain uang koin, ada juga uang kertas yang ditabung.

 

1 dari 2 halaman

Uang Koin Sepanjang Teras Rumah

" Bahkan, beberapa uang pecahan sudah tidak beredar lagi," tulis Andre seperti dikutip Dream, Jumat, 27 Juli 2018.

Saking banyaknya, warga yang terdiri dari anak-anak, orang tua, dan para ibu itu sampai menggelar tikar cukup panjang untuk menghitung uang koin dari celengan Mbah Legi. 

Hingga semua uang dalam tabungan dihitung, Mbah Legi ternyata selama ini telah memiliki tabungn senilai Rp14,5 juta. Uang itu ditemukan dalam pecahan uang koin dan kertas.

Meski sudah memiliki uang relatif cukup banyak, Mbah Legi tak pernah berubah. Dia tetap menajalankan aktivitasnya sehari-hari seperti biasa.

 

2 dari 2 halaman

Karung Berisi EmasPerhiasan

Selain celengan, warga dibuat semakin terkejut saat menemukan satu karung milik Mbah Legi. Di dalam karung itu ternyata terdapat beras dan kalung emas.

Selama hidupnya, Mbah Legi biasanya diminta bantuan warga sekitar untuk membantu mencarikan pakan ternak, membersihkan makan dan juga mencari daun untuk hiasan kerun manten. 

Beri Komentar
Perjuangan Ria Irawan, Pantang Menyerah Lawan Kanker