Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Zeeshan-ul-hassan Usmani, Profesor IT Penemu Software Pencegah Terorisme (dailymail.co.uk)
Dream - Zeeshan-ul-hassan Usmani dan keluarga memutuskan untuk meninggalkan Amerika Serikat. Ini lantaran keluarganya menjadi korban kekerasan seiring meningkatnya Islamofobia lantaran kampanye dari Calon Presiden dari Partai Republik, Donald Trump.
Usmani merupakan profesor ilmu komputer peraih penghargaan bergengsi asal Pakistan. Dengan kemampuannya mengolah data, Usmani membangun sistem pertahanan yang menyelamatkan warga AS dan Eropa dari potensi serangan teroris.
" Selamat datang di Amerika Serikatnya Donald Trump," tulis Usmani di akun media sosial miliknya.
Status itu dia unggah usai menceritakan pengalaman memilukan yang dialami anak bungsunya, Abdul Aziz, 8 tahun.
© Dream
" Lihat anak saya Abdul Aziz. Dia masih tingkat 1, dibully dan dipukul teman-teman sekelasnya di bus sekolah karena seorang Muslim," tulis dia.
Istri Usmani, Binish Bhagwanee, mengatakan anak mereka berjalan meninggalkan bus dengan trauma. Mukanya lebam setelah diduga beberapa orang teman memukulnya.
Awalnya, Abdul Aziz dipaksa oleh lima orang temannya makan makanan haram. Saat dia menolak beberapa temannya langsung menghajar dan menghinanya dengan sebutan Muslim.
Tidak hanya itu, lengan Abdul Aziz terkilir lantaran diplintir oleh teman-temannya.
" Dia lahir dan tumbuh di AS. Dia lahir di Florida. Sebagai warga Amerika seperti yang Anda pikirkan. Dia mengidolakan Kapten Amerika. Dia juga ingin menjadi presiden AS," kata Usmani kepada Huffington Post.
© Dream
Akhir pekan lalu, keluarga ini telah meninggalkan Cary, North Carolina. Kini mereka tinggal di Islamabad, Pakistan.
Usmani memiliki sebuah apartemen di Islamabad. Mereka memutuskan tinggal di sana dalam jangka waktu yang tidak dapat ditentukan, mungkin bisa selamanya.
Usmani memiliki dua gelar master dan PhD di bidang IT. Dia adalah mantan kepala bagian teknologi pada PredictifyMe.
Dia bersama United Nationd Special Envoy for Global Education membuat piranti lunak yang menunjukkan dampak dari bom bunuh diri. Piranti tersebut digunakan untuk mengedukasi bagaimana bahayanya bom bunuh diri kepada anak-anak dan remaja agar mereka terpicu untuk melindungi diri dan keluarga mereka dari serangan teror.
Sumber: dailymail.co.uk
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya