Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Profil 5 Penjabat Gubernur Yang Dilantik Hari Ini (Foto: Liputan6.com/Muhammad Radityo Priyasmono)
Dream - Lima penjabat (Pj) Gubernur resmi dilantik Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian pada Kamis 12 Mei 2022. Para penjabat dilantik berdasarkan Keputusan Presiden RI Nomor 50/P/2022 tanggal 9 Mei tentang Pengangkatan Penjabat Gubernur yang diteken oleh Presiden Jokowi.
Lima penjabat Gubernur akan menjabat selama 1 tahun, menggantikan gubernur sebelumnya yang akan berakhir masa jabatan pada 15 Mei 2022. Mereka bertugas di Provinsi Banten, Kepulauan Bangka Belitung, Gorontalo, Sulawesi Barat dan Papua Barat.
Mendagri Tito mengambil sumpah pelantikan kepada mereka. Di antaranya isinya adalah memegang teguh UUD 1945 dan berbakti kepada nusa dan bangsa.
" Demi Allah saya bersumpah, saya berjanji akan memenuhi kewajiban saya sebagai Pj gubernur dengan sebaik-baiknya dan seadil-adilnya memegang teguh UUD 1945 dan menjalankan segala UU dan peraturannya dengan selurus-lurusnya serta berbakti kepada masyarakat nusa dan bangsa," ujar penjabat mengikuti ucapan Mendagri Tito ketika disumpah sebagai penjabat Gubernur di ruang Sasana Bhakti Praja, Kemendagri, Jakarta, dikutip dari Liputan6.com pada Kamis 12 Mei 2022.
Siapa saja 5 penjabat Gubernur yang dilantik hari ini? Dikutip dari berbagai sumber, berikut profil mereka.

Ali Muktabar, pria kelahiran Jakarta 12 Juni 1965 ini dilantik menjadi penjabat Gubernur Banten menggantikan Wahidin Halim. Ali merupakan Sekretaris Daerah (Sekda) Banten.
Pria peraih gelar doktor dari The Florida State University ini pernah menjabat sebagai Widyaiswara Utama Kemendagri. Dia juga merupakan mantan Ketua Umum Ikatan Widyaiswara Indonesia (IWI).
Karier lainnya di Kemendagri, dahulu ia adalah seorang Kepala Bidang Kerjasama Antar Negara di Kemendagri. Ali tercatat memiliki total kekayaan hingga Rp16 Miliar.

Ridwan Djamaluddin dilantik sebagai penjabat menggantikan Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Erzaldi Rosman Djohan. Ia merupakan lulusan Texas A&M University. Pria yang lahir pada 24 Maret 1963 itu pernah menjabat sejumlah posisi di Kementerian ESDM.
Diantaranya, Dirjen Mineral dan Batu Bara Kementerian Energi, dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Deputi Bidang Koordinasi Infrastruktur dan Transportasi Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi.
Kemudian Deputi Bidang Koordinasi Infrastruktur Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Deputi Bidang Teknologi Pengembangan Sumber Daya Alam Badan Pengkajian Penerapan Teknologi.

Kemudian, ada Hamka Hendra Noer yang dilantik menggantikan Gubernur Gorontalo Ruslie Habibie. Pria lulusan Universitas Sam Ratulangi ini, sedang menjabat sebagai Staf Ahli Bidang Budaya Sportivitas Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora).
Sebelumnya, dia pernah menjabat Sekretaris Jenderal (Sekjen) Lamahu, organisasi perkumpulan masyarakat rantau Gorontalo sejak 2012-2014. Dia juga pernah menjadi Ketua umum Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) cabang Manado. Pada tahun 1992, dia aktif di Dewan Pimpinan Pusat (DPP) KNPI.
Hamka juga pernah menjadi dosen program pascasarjana dan penguji tesis pada sejumlah perguruan tinggi di Indonesia, seperti Universitas Indonesia hingga Universitas Gadjah Mada.

Penjabat juga datang dari Komisaris Jenderal Polisi (Purn) Paulus Waterpauw yang dilantik menggantikan Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan. Paulus saat ini menjabat sebagai Deputi Bidang Pengelolaan Potensi Kawasan Perbatasan BNPP sejak 21 Oktober 2021.
Paulus merupakan lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) pada tahun 1987. Putra asli Papua ini pernah berkarier di bidang intel di korps bhayangkara dan menjadi Kepala Badan Intelijen dan Keamanan Polri.
Kemudian, ia pernah menjabat sebagai Kapolda Papua, Analis Kebijakan Utama bidang Sespimti Sespim Lemdiklat Polri. Serta Tenaga Ahli Bidang Hukum dan HAM Lemhannas RI dan Kapolda Sumatera Utara.

Terakhir, ada Akmal Malik yang menggantikan Gubernur Sulawesi Barat Ali Baal Masdar. Pria kelahiran 16 Maret 1970 ini sempat menjabat sebagai Plt. Direktur Jenderal Otonomi Daerah Republik Indonesia pada 1 Maret 2019 dan sebagai Sekretaris Ditjen Otonomi Daerah (2018-2019).
Akmal bergabung dengan Kemendagri di Direktorat Jenderal Otonomi Daerah pada tahun 2014 di Subbag Kepegawaian pada Bagian Perundang-Undangan dan Kepegawaian Setditjen Otonomi Daerah.
Saat ini ia menjadi Ketua Umum Dewan Pengurus Nasional Ikatan Keluarga Alumni Pendidikan Tinggi Kepamongprajaan (DPN IKAPTK) periode 2020-2025.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya