Putra Ahok Diperiksa Polisi

Reporter : Ahmad Baiquni
Kamis, 30 September 2021 15:05
Putra Ahok Diperiksa Polisi
"Sean sebagai warga negara yang taat hukum memenuhi panggilan dan sudah dilakukan pemeriksaan di Polsek Penjaringan," ujar Ramzy.

Dream - Anak eks Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama, Nicholas Sean Purnama, memenuhi panggilan kepolisian. Dia diminta memberikan penjelasan mengenai perseteruannya dengan Ayu Thalia.

Hal itu dibenarkan kuasa hukum Sean, Ahmad Ramzy. Menurut dia, Sean datang ke Mapolsek Penjaringan dan diperiksa Unit Reskrim pada Selasa, 28 September 2021.

" Kemarin Nicholas Sean sebagai warga negara yang taat hukum memenuhi panggilan dan sudah dilakukan pemeriksaan di Polsek Penjaringan," ujar Ramzy.

Selama menjalani pemeriksaan, Ramzy terus mendampingi Sean. Kliennya menjelaskan kronologi peristiwa tersebut secara rinci.

 

1 dari 5 halaman

Dicecar 20 Pertanyaan

Ada sekitar 20 pertanyaan yang diberikan penyidik. Sean pun menjawab seluruhnya.

" Kita sudah jelaskan semuanya ke polisi bahwa itu semua fitnah, kan selama ini dia (pelapor) selalu bilang mendorong, tapi ternyata ketika dipertanyakan adalah apakah Nicholas Sean menarik dia dari atas mobil," kata Ramzy.

Kliennya secara tegas membantah hal itu. Ramzy kembali menegaskan tuduhan pelapor adalah fitnah terhadap kliennya.

" Kita bantah semua, kita tidak pernah melakukan hal-hal sentuhan fisik di dalam mobil maupun di luar mobil," kata dia, dikutip dari Liputan6.com.

2 dari 5 halaman

Fakta Terkini Perseteruan Putra Ahok vs Ayu Thalia

Dream - Perseteruan antara Putra Mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok, Nicholas Sean Purnama, dengan selebgram Ayu Thalia memanas. Sean akhirnya melaporkan balik Ayu yang sebelumnya mengadukan dia ke polisi dengan tudingan penganiayaan.

Laporan balik dilayangkan Sean ke Polres Jakarta Utara didampingi kuasa hukumnya, Ahmad Ramzy, ke Polres Jakarta Utara. Dalam berkas laporannya, pihak Sean menuding Ayu telah melakukan fitnah.

Kapolres Jakarta Utara, Komisaris Besar Guruh Arif Darmawan, mengatakan laporan Sean sedang dalam pemrosesan. Demikian pula dengan laporan dari Ayu.

" Semua masih kita proses sesuai dengan prosedur, baik laporan yang ada di Polsek Penjaringan maupun yang ada di Polres Metro Jakarta Utara," ujar Guruh.

Menurut Guruh, penyidik tengah menyusun daftar saksi. Tetapi, dia tidak menyebut berapa saksi yang akan diperiksa.

 

3 dari 5 halaman

Cek TKP dan Periksa Dua Pelapor

Selain itu, penyidik juga telah melakukan pemeriksaan di lokasi kejadian. Langkah tersebut untuk mengumpulkan bukti serta saksi yang berada di lokasi saat kejadian berlangsung.

" Kita sudah pengecekan di TKP untuk mengumpulkan bukti-bukti dan saksi-saksi yang pada saat peristiwa terjadinya tindak pidana berada di lokasi tersebut," kata dia.

Tak hanya itu, kedua pelapor baik Sean maupun Ayu juga sama-sama sudah diminta memberikan klarifikasi. Sementara masih ada sejumlah nama yang dalam tahap undangan untuk memberikan keterangan.

" Ini anggota sedang bekerja," kata dia.

 

4 dari 5 halaman

Baru Kenal Dua Pekan

Kuasa Hukum Sean, Ahmad Ramzy, mengatakan kliennya tidak punya hubungan kedekatan dengan Ayu. Malah, dia menyatakan Sean baru kenal dengan Ayu selama dua pekan.

" Hubungannya baru kenal dua minggu," kata Ramzy.

Menurut Ramzy, Sean berkenalan dengan Ayu saat keduanya bertemu di sebuah showroom mobil milik RS. Ayu bekerja di showroom mobil tersebut sebagai sales promotion girls (SPG).

" Jadi ketemunya di situ, acara apa kemarin, 17-an segala macam," kata dia.

Usai pertemuan itu, terang Ramzy, kliennya berkomunikasi dengan Ayu. Keduanya menjadi sering bertemu di showroom karena Sean juga mengenal pemiliknya.

" Sudah berkali-kali karena Sean sering ke sama, karena Sean sering main ke tempat RS, ada kopi seIndonesia (merek usaha milik Sean) dan si AT SPG di situ," ucap dia.

 

5 dari 5 halaman

Klaim Pegang Bukti Kejadian di Dalam Mobil

Saat melapor ke Polres Jakarta Utara, Ramzy mengatakan kliennya melampirkan sejumlah bukti seputar kejadian. Salah satunya, bukti rekaman video kejadian di dalam mobil.

Ramzy mengatakan dia hanya mendampingi Sean saat menyerahkan laporan ke Polres Jakarta Utara. Menurut dia, video tersebut disimpan dalam flashdisk,

" Sean yang datang, saya hanya mendampingi, yang buat laporan polisi NSP (Nicholas Sean Purnama) disertakan alat bukti berupa flaskdisk yang isinya rekaman kejadian di dalam mobil," kata dia.

Ramzy menyatakan laporan dibuat Sean lantaran Ayu tidak menunjukkan itikad baik untuk meminta maaf. Sementara pernyataan Ayu dinilai mengandung unsur fitnah.

" Sean dan keluarga besar merasa terfitnah atas laporan AT bahwa Sean tidak pernah melakukan penganiayaan makanya dengan tegas Sean buat laporan balik ke AT untuk buktikan Sean tidak lakukan tuduhan yang dilaporkan AT di Polsek Penjaringan," ucap Ramzy, dikutip dari Liputan6.com.

Beri Komentar