Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Tim Basarnas Melakukan Pencarian KM Multi Prima 1 (Foto: Basarnas)
Dream - Tujuh Anak Buah Kapal (ABK) Kapal Motor (KM) Multi Prima 1 yang tenggelam di sekitar Pulau Kapoposang, Bali, Kamis 22 November 2018, belum ditemukan. Keluarga mereka meminta Badan Pencarian dan Pertolongan Nasional Daerah terus melakukan pencarian.
Ummi Hadyah Saleh, putri M Pande Saleh (67), yang merupakan kepala kapal mesin, meminta Basarnas Pusat untuk ikut membantu pencarian. Sebab, hingga berita ini dibuat, pencarian hanya dilakukan oleh SAR Mataram.
" Kami sekeluarga meminta Basarnas untuk ikut membantu pencarian tujuh korban KM Multi Prima 1," kata Ummi kepada Dream, Kamis 29 November 2018.
Ummi mempertanyakan alasan Basarnas Pusat tak menerjunkan tim ke lokasi tenggelamnya KM Multi Prima 1. " Apakah karena ini cuma tujuh korban jadi Basarnas Pusat tidak ikut bantu pencarian?" ujar dia.
Ummi juga meminta pencarian dilakukan terhadap bangkai kapal. Dia berharap sebagian besar korban ditemukan di dalam kapal. " Karena hingga saat ini belum diketemukan satupun," ucap dia.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Mataram, I Nyoman Sidakarya, mengatakan, pencarian akan dilakukan di sekitar lokasi kejadian. Penyisiran dijalankan hingga mengarah ke utara Pulau Kapoposang, Bali, dengan luas area pencarian mencapai 1.767 Nm2.
" Pencarian lebih difokuskan di seputaran lokasi kejadian hingga penyisiran di wilayah pantai pulau yang berada di sekitarnya," kata Nyoman, dikutip dari Basarnas.go.id.
Nahkoda kapal Rescue Boat 220 Mataram, Nurdin menyatakan hingga Selasa, 27 November 2018 sekitar pukul 11.00 WITA telah diterjunkan tim menggunakan rubber boat. Tim bergerak melakukan penyisiran wilayah pantai di pulau tersebut. Tim SAR juga telah berkoordinasi dengan para nelayan setempat.
“ Untuk korban yang kemungkinan terdampar di seputaran di Pulau Kapoposang nanti mereka akan menginformasikan ke pihak Basarnas maupun di mana tempat mereka membawa ikan yaitu di seputaran Kayangan Lombok Timur," ungkap Nurdin.
Sebelumnya Kamis, 22 November 2018, sekitar pukul 18.00 WITA kapal KM Multi Prima I, dengan awak 14 orang rute Surabaya menuju Waingapu, tenggelam dihantam gelombang saat berada di posisi perairan Kapoposang, Bali. 7 ABK kapal berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat oleh kapal KM Cahaya Abadi 201. Sementara, 7 korban lainnya belum berhasil ditemukan.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya