Datangkan Pengacara AS, Hotman Paris Ajak Keluarga Korban Lion Air Gugat Boeing

Reporter : Maulana Kautsar
Kamis, 29 November 2018 14:10
Datangkan Pengacara AS, Hotman Paris Ajak Keluarga Korban Lion Air Gugat Boeing
Tak ada biaya yang dikeluarkan.

Dream - Pengacara terkemuka, Hotman Paris Hutapea mengajak keluarga korban Lion Air JT-610 menggugat perusahaan pesawat asal Amerika Serikat, Boeing. Banyak firma hukum di AS yang menyarankan keluarga korban pesawat yang jatuh di Tanjung Karawang untuk mengajukan gugatan.

" Meminta saya meyakinkan keluarga," tutur Hotman dikutip dari Liputan6.com, Kamis 29 November 2018.

Salah satu firma hukum yang memintanya terlibat yaitu Ribbeck Law Chartered. Hotman menyebut, firma hukum ini siap memoderasi gugatan keluarga korban kepada Boeing. Saat ini, tim dari Ribbeck Law Chartered bisa ditemui di kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara.

" Mereka pengacara dari Chicago, bagi keluarga yang mau menggugat Boeing di Amerika, mereka siap mewakili dan keluarga korban tidak harus membayar apapun. Nanti kalau dapat ganti rugi, baru dapat imbalannya," kata Hotman.

Hotman Paris Hutapea dan pengacara dari AS© Instagram

Instagram @hotmanparisofficial

Hotman menyebut, meski hanya warung kopi, kedai tempatnya tetap bisa mendatangkan pengacara dari luar negeri.

" Gerakan rakyat tidak boleh di-underestimate di negara mana pun," ujar dia.

1 dari 2 halaman

Gugatan Sebesar Rp143 Miliar per Kepala

Salah seorang pengacara dari Ribbeck Law Chartered, Manuel Bon Ribbeck, mengatakan, saat ini sudah ada satu keluarga korban Lion JT-610 yang menggugat Boeing.

Manuel menyebut keluarga dokter Rio Nanda Pratama sudah melayangkan gugatan pada 16 November 2018. " Sidang pertama 17 Januari," kata Bon Ribbeck.

Saat ini, sudah ada enam keluarga korban pesawat Lion Air JT-610 yang menghubungi mereka. Gugatan pun siap dibuat dan diharapkan makin banyak keluarga korban yang datang mengajukan gugatan.

" Bagi keluarga korban, bersatu semua agar makin kuat kekuatannya. Jadi bagi yang masih ragu-ragu, tidak ada yang perlu diragukan, dan ini pun tidak ada biaya apapun yang dikeluarkan dari kantong pribadi," ujar dia.

Firma hukum Ribbeck Law Chartered akan menuntut ganti rugi sebesar lima hingga US$10 juta, setara Rp143 miliar, untuk tiap penumpang korban Lion Air jatuh ke pihak Boeing. Mereka menggunakan tim investigasi sendiri untuk mencari fakta dan bukti hukum yang akan dihadirkan ke hakim.

" Di Amerika tidak tergantung pada hasil KNKT (Komite Nasional Keamanan Transportasi). Faktanya. Kita akan cari fakta dan bukti sendiri untuk ditunjukkan kepada hakim," ujar Manuel.

2 dari 2 halaman

Keluarga yang Telah Menggugat

Sebelumnya, keluarga dokter Rio Nanda Pratama menggugat The Boeing Company, produsen pesawat Boeing 737 MAX 8. Keluarga Rio Nanda mengajukan gugatan melalui Firma hukum Colson Hicks Eidson dan BartlettChen LLC yang berkantor di Negara Bagian Florida, Amerika Serikat pada Rabu 14 November 2018.

Rio Nanda Pratama merupakan dokter muda yang ikut jadi korban jatuhnya pesawat Lion Air. Perjalanannya menggunakan Lion JT-610 dalam rangka perjalan pulang dari sebuah konferensi di Jakarta. Dia hendak menikah pada 11 November 2018.

Kemudian, sejumlah keluarga korban Lion Air juga bersiap menggugat Boeing melalui firma hukum Legisperitus Lawyers. Namun, mereka memilih untuk menunggu hasil investigasi dari Komite Nasional Kecelakaan Transportasi (KNKT) terlebih dahulu.

Sumber: Liputan6.com/Nanda Perdana Putra 

Beri Komentar