Ilustrasi Crane Di Masjidil Haram (Foto: Shutterstock.com)
Dream - Keluarga korban jatuhnya crane di Masjidil Haram belum juga mendapatkan kepastian terkait dana santunan dari Raja Arab Saudi, Salman bin Abdul Aziz. Padahal, musibah itu sudah terjadi pada 2015, tiga tahun lalu.
Duta Besar Indonesia untuk Saudi, Agus Maftuh Abegebriel, mengatakan proses pendataan ahli waris sudah selesai. Tetapi, dia mengaku dokumen keluarga korban sempat berantakan.
" Prosesnya sudah selesai. Memang waktu saya masuk jadi dubes di sana kondisi dokumen di sana masih morat-marit (berantakan). Yang kita masuk masuk langsung kita cek ahli warisnya siapa, kita hubungi," ujar Agus, dikutip dari Liputan6.com.
Raja Salman pernah menjanjikan dana santunan sebesar 1 juta riyal, setara Rp3,5 miliar untuk jemaah haji yang meninggal akibat kejatuhan crane. Sementara bagi jemaah haji yang luka-luka bakal mendapat 500 ribu riyal, setara Rp1,9 miliar.
Agus menjelaskan dana santunan itu belum juga cair lantaran otoritas Saudi masih menunggu kelengkapan dokumen dari negara lain. Dia menyatakan dokumen korban dari Indonesia sudah lengkap.
" Ada beberapa negara yang masih belum komplit sehingga kita masih menjadi korban ketidakkomplitan negara lain karena enggak bisa kita Indonesia diparsialkan, karena itu satu sistem," ucap Agus.
Selanjutnya, Agus mengatakan santunan itu tidak tepat disebut kompensasi. Menurut dia, lebih tepat disebut dengan hadiah dari raja.
" Hadiah raja untuk korban. Jadi kompensasi itu ketika ganti rugi, itu tidak ada yang dirugikan. Lagipula pengadilan Saudi bilang kalau jatuhnya crane itu bukan kesalahannya Bin Laden. So enggak ada kompensasi," ucap Agus.
Insiden jatuhnya crane di Masjidil Haram terjadi pada September 2015. Sebanyak 108 jemaah haji tewas dan 238 luka-luka.
Sedangkan jemaah haji Indonesia yang meninggal dalam insiden tersebut sebanyak 65 orang. Korban luka dari Indonesia sebanyak 150 jemaah haji.
(ism, Sumber: Liputan6.com/Sania Mashabi)
Advertisement
Dari Rumah BUMN hingga Pameran, Cara UMKM Menembus Pasar Global

AI Makin Ancam Manusia, PBB Ingatkan Dunia Jangan Terlambat Mengendalikannya

Inilah Peta Baru Dunia Versi PBB: Eropa dan Amerika Jadi Lebih Kecil. Mengapa?

Tak Lagi ke Bantargebang, Sebagian Limbah Jakarta Belok ke Bank Sampah

Sampah Bisa Jadi Voucher Belanja hingga Pengganti Batubara


Masalah Keuangan Berkepanjangan Bisa Berkaitan dengan Penuaan Otak Lebih Cepat, Ini Penjelasannya

Pemeriksaan Kesehatan yang Penting untuk Perempuan Usia 20-an, 30-an, 40-an, dan 50-an


Tembus 21 Juta Views, 'Kasih Aba-Aba 2.0' Naykilla & Tenxi Jadi Tren TikTok Untuk Sambut Shopee 9.9


Tak Cukup Lihat Klaim di Kemasan, Orang Tua Perlu Lihat Bukti di Balik Susu Formula Anak

Dari Rumah BUMN hingga Pameran, Cara UMKM Menembus Pasar Global