Ironis, Cicit-cicit RA Kartini Hidup Memprihatinkan

Reporter : Ahmad Baiquni
Senin, 23 April 2018 11:02
Ironis, Cicit-cicit RA Kartini Hidup Memprihatinkan
Keturunan Kartini tinggal di Parung dan terancam diusir dari rumah bantuan pemerintah.

Dream - Bagi rakyat Indonesia, sosok Raden Ajeng Kartini mendapat penghormatan dan penghargaan sangat besar. Dia telah berjasa besar dalam memperjuangkan emansipasi wanita.

Meski dinobatkan sebagai pahlawan nasional, ternyata nasib mujur tidak dialami oleh para keturunan Kartini. Cicit-cicit Kartini diduga hidup dalam keprihatinan.

Kartini diketahui memiliki seorang putra Raden Mas Soesalit Djojohadiningrat, buah pernikahannya dengan Raden Mas Adipati Ario Singgih Djojo Adiningrat. Soesalit lahir pada 13 September 1904.

Soesalit kemudian menikah dengan Siti Loewijah. Dari pernikahan ini, Soesalit dikaruniai satu orang putra, Boedi Setyo Soesalit. Boedi menjadi cucu satu-satunya dari anak satu-satunya dari Kartini.

Boedi kemudian menikah dangan Sri Bidjatini dan tinggal di Parung, Bogor. Keduanya memiliki lima orang anak yaitu Kartini, Kartono, Rukmini, Samimum, dan Rachmat.

Dikutip dari laman jatengprov.go.id, Senin, 23 April 2018, Bupati Jepara, Ahmad Marzuki, menjelaskan Sri Bidjatini dan kelima anaknya hidup dalam kondisi memprihatinkan setelah meninggalnya Boedi. Hanya Kartini, cicit pertama, yang hidup dalam kondisi yang sedikit lebih baik.

" Hanya yang pertama yang lumayan, sedangkan Kartono mengojek, demikian pula Samimun juga jadi tukang ojek. Sementara Rukmini telah ditinggal suaminya yang bunuh diri akibat terlilit ekonomi, dan Rachmat yang menderita autis sudah meninggal," kata Marzuki.

Menurut Marzuki, Bidjatini dan kelima cicit Kartini menempati rumah bantuan pemerintah di Parung, Bogor. Sayangnya, ada pihak yang kini meminta mereka tidak lagi tinggal di rumah tersebut dengan alasan cucu tunggal RA Kartini sudah tidak ada.

" Cucu menantu dan para cicit RA Kartini dianggap tidak berhak menghuni lagi karena cucu RA Kartini sudah meninggal," kata Marzuki.

Selanjutnya, Marzuki mengatakan sudah berupaya meminta bantuan dari pemerintah pusat agar memperhatikan nasib para keturunan Kartini. Bahkan ada beberapa menteri Kabinet Kerja yang pernah menyatakan akan memberikan bantuan.

" Ketika Anies Baswedan (kala itu Mendikbud) dan beberapa menteri berkunjung ke Jepara, juga pernah berjanji akan memberikan beasiswa bagi keturunan RA Kartini. Tetapi sekarang menterinya malah sudah ganti. Kepada Menteri PUPR saya juga pernah menyampaikan permintaan bantuan rumah untuk cucu RA Kartini," tutur Marzuki.

Plt Gubernur Jawa Tengah, Heru Sudjatmoko, menyatakan akan membentuk tim kecil untuk memikirkan langkah membantu keturunan Kartini. Akan ada sejumlah bantuan yang diberikan kepada para keturunan tokoh nasional tersebut.

" Jadi ada bantuan tahunan dan ada yang berkelanjutan. Nanti kita rumuskan bersama tim kecil. Apa yang disampaikan bupati harus kita tanggapi dan ditindaklanjuti," kata Heru. (ism, Sumber: jatengprov.go.id)

Beri Komentar