Raja Keraton Agung Ternyata Pernah Buka Angkringan

Reporter : Maulana Kautsar
Kamis, 16 Januari 2020 18:01
Raja Keraton Agung Ternyata Pernah Buka Angkringan
Dikukuhkan saat musim dingin di kawasan Candi Dieng, Wonosobo.

Dream - Toto Santoso dan Fanni Aminadia, raja dan ratu Keraton Agung Sejagat diamankan Polda Jawa Tengah. Dari pemeriksaan terungkap sejumlah fakta mengenai peran Toto sebelum menjadi raja.

Sebelum menjadi raja, Toto ternyata membuka angkringan di kontrakannya di Sleman, Yogyakarta, Dia mendirikan kontrakan tersebut sejak 2018 bersama komunitasnya.

Dilaporkan Merdeka.com, angkringan tersebut berdiri di RT 05/RW 04 Dusun Berjo Kulon, Desa Sidoluhur, Kecamatan Godean, Kabupaten Sleman. Rumah kontrakan ditempati Toto selama dua tahun.

" Pemilik kontrakan itu kebetulan budhe saya. Pak Toto sudah tinggal lebih kurang sekitar dua tahun di kontrakan tersebut," kata Bejret.

Rumah itu memiliki gapura yang terbuat dari bambu. Terpasang bendera merah putih di gapura tersebut.

1 dari 8 halaman

Angkringan Online

 rumah kontrakan raja keraton agung sejagat di Sleman. ©2020 Merdeka.com/Purnomo Edi© Merdeka.com

rumah kontrakan raja keraton agung sejagat di Sleman. ©2020 Merdeka.com/Purnomo Edi

Di bagian teras tampak logo berwarna kuning emas. Logo tersebut mirip dengan logo yang ada di Keraton Kerajaan Agung di Purworejo, Jawa Tengah.

Bejret menyebut Toto kerap berada di rumah kontrakan tersebut. " Sering di rumah. Biasanya mainan laptop di gazebo itu. Dari siang sampai pagi (subuh) di depan laptop terus," kata dia.

Angkringan yang dibuat Toto itu hanya melayani pembelian melalui aplikasi ojek online.

" Jadi yang beli ke situ (angkringan) ga ada. Biasanya pakai aplikasi ojek online. Kalau cuma satu maupun dua ya ada yang beli," urai Bejret.

2 dari 8 halaman

Bukan Suami Istri

 Raja dan permasuri Keraton Agung Sejagat © Istimewa

Raja dan permasuri Keraton Agung Sejagat

Sekretaris Desa Sidoluhur, Fajar Nugroho menerangkan pihak pemerintahan desa pernah memanggil Toto. Pemanggilan ini berkaitan dengan kegiatan Toto.

" Pernah ketemu tahun 2018. Pak Toto kita panggil ke sini (kantor desa). Kita minta penjelasan sebenarnya tempat itu mau digunakan untuk apa? Beliau menjawab akan mengembangkan semacam usaha angkringan," kata Fajar.

Seperti diketahui, Toto dan Fanni, yang dikenal sebagai raja dan permaisuri, bukanlah sepasang suami istri. Kapolda Jawa Tengah, Irjen Rycko Amelda Daniel mengatakan, Toto dan Fanni sebagai teman dekat.

3 dari 8 halaman

Pakaian Kebesaran

Dia mengatakan, nama panggilan Kanjeng Ratu Dyah Gitarja dibuat saat Toto Santoso berperan sebagai raja Keraton Agung Sejagat yang namanya menjadi Toto Santoso Hadiningrat.

Toto mengukuhkan diri sebagai raja saat musim dingin Dataran Tinggi Dieng, Kabupaten Banjarnegara. Kepala Unit Pengelola Teknis (UPT) Pengelolaan Objek Wisata Dieng Aryadi Darwanto.

" Pasti, karena namanya sama Pak Totok itu, ratunya juga sama, ada namanya. Waktu itu sebelum prosesi mereka juga sempat bermalam di rumah tetua adat sini, dia dikasih pakaian kebesaran, masih disimpan sepertinya, karena ada rumbai-rumbai di belakang jadi enggak mau pakai," kata Aryadi, dilaporkan Planet Merdeka.

Prosesi pengukuhan raja dan doa bersama memperingati 1.000 tahun Raja Sanjaya dilakan sekitar pukul 22.00 WIB.

4 dari 8 halaman

Polisi Ungkap Fakta Mengejutkan Keraton Agung Sejagat Purworejo

Dream - Karopenmas Divisi Humas Polri, Brigjen Pol Argo Yuwono, mengatakan, pengikut Keraton Agung Sejagat tidak hanya berasal dari Purworejo.

" Kebetulan juga korban bukan hanya dari Purworejo, tapi dari luar Purworejo juga," ujar Argo di Mabes Polri, Jakarta, Rabu 15 Januari 2020.

Menurut Argo, para pengikut Keraton Agung Sejagat itu juga harus membayar sejumlah uang. Biaya tersebut digunakan untuk seragam, kartu anggota, dan membeli pernak-pernik keraton.

Untuk mendalami kasus ini, Polda Jawa Tengah juga telah memeriksa sejumlah saksi. " Tentunya dari pihak penyidik Polda Jawa Tengah telah memeriksa beberapa saksi berkaitan dengan kejadian tersebut, yaitu 17 saksi," ucap dia.

5 dari 8 halaman

Alasan Pengikut Menurut?

Polisi juga tengah mendalami alasan para pengikut kelompok ini patuh dengan perintah Totok hingga rela mengeluarkan sejumlah uang.

" Ada yang bantu mendirikan seolah-olah sebuah kerajaan dengan bangunan yang dikirimkan kerajaan," kata dia.

Dalam kasus ini, polisi menjerat Totok dan Fanny dengan Pasal 14 Undang-undang Nomor 1 Tahun 1946, tentang menyebarkan berita bohong dan Pasal 378 KUHP tentang penipuan.

6 dari 8 halaman

Rekam Jejak Kelam Toto Santoso, Raja Keraton Agung Sejagat

Dream - Nama Toto Santoso Hadiningrat mendadak jadi perbincangan. Beberapa hari lalu, dia baru menyatakan diri sebagai Raja Keraton Agung Sejagat dan memiliki gelar Sinuwun.

Tetapi, usai mendeklarasikan kekuasaannya, Toto bersama Fanni Aminadia, yang mengaku sebagai ratu keraton tersebut, justru mendekam di tahanan. Mereka ditangkap polisi dengan tuduhan penipuan.

Keberadaan Keraton Agung Sejagat yang diklaim sebagai penguasa seluruh dunia ternyata membuat resah masyarakat. Tidak sedikit yang menganggap keraton yang dipimpin Toto sebagai gerakan makar maupun aliran sesat.

Dikutip dari Liputan6.com, rupanya bukan kali ini saja Toto membuat ulah yang meresahkan. Sebelumnya, dia pernah terlibat dalam pendirian organisasi yang dituding masyarakat sebagai modus penipuan.

7 dari 8 halaman

Sebut Punya Sumber Dana Global

Tepatnya pada 2016, Toto mendirikan Jogjakarta Development Committee yang disingkat Jogja DEC. Banyak yang curiga organisasi ini mirip dengan Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) yang telah dinyatakan sebagai organisasi terlarang.

Toto sempat menyangkal tuduhan itu. Dia menyebut Jogja DEC merupakan organisasi kemanusiaan.

" Jogjakarta Developmet Committee bukan Gafatar ataupun Gafatar jilid II, bukan teroris, akan tetapi didirikan dengan penuh welas asih untuk memanusiakan manusia," ujar Toto yang kala itu memegang posisi sebagai Dewan Wali Amanat Panitia Pembangunan Dunia untuk Wilayah Nusantara.

Organisasi tersebut juga membuat pendaftaran bagi siapa saja yang mau bergabung. Toto juga pernah berjanji setiap anggota akan mendapatkan dana sebesar US$50-200, setara Rp684 ribu hingga Rp2,7 juta.

 

8 dari 8 halaman

Dijanjikan Gaji Rp5 juta

Toto juga menjelaskan penggunaan mata uang dolar Amerika Serikat merupakan solusi agar perekonomian dunia tidak terpuruk. Mereka yang bergabung sebagai anggota akan mendapatkan Nomor Induk Kemanusiaan yang bersifat global.

Tetapi, pertemuan yang digelar Toto ternyata mendapat penolakan dari pemilik Ndalem Pujokusuman. Sang pemilik rumah menyatakan pertemuan itu ilegal.

Toto juga pernah mengatakan tidak ada pungutan biaya bagi masyarakat yang ingin menjadi anggota Jogja DEC. Namun belakangan salah satu anggotanya mengaku dipungut biaya sebesar Rp15 ribu ketika bergabung.

Sementara sebagian masyarakat Cangkringan, Sleman, mengatakan pernah ada sosialisasi dari Jogja DEC yang mengharuskan pembayaran uang sebesar Rp20 ribu jika ingin bergabung. Mereka yang menjadi anggota diiming-imingi gaji sebesar Rp5 juta per bulan.

Sumber: Liputan6.com/Edhie Prayitno Ige

Beri Komentar
5 Kiat Meningkatkan Daya Tahan Tubuh Biar Nggak Gampang Sakit Bersama Tolak Angin