Dream - Kepolisian Riyadh telah menahan salah seorang anggota keluarga kerajaan yang telah melakukan kekerasan baik verbal maupun fisik kepada warga biasa. Penahanan itu dijalankan Rabu malam waktu setempat, mengusul keluarnya perintah langsung dari Raja Arab Saudi, Salman bin Abdulaziz Al Saud.
Pelaku diketahui adalah Pangeran Saud bin Abdulaziz bin Musaed bin Saud bin Abdulaziz Al Saud. Dia tertangkap kamera bersama beberapa temannya memaki dan memukul warga biasa di jalanan, kemudian viral di Arab Saudi.
Dalam perintah tertulisnya, Raja Salman menyatakan tidak boleh ada satupun tersangka dilepaskan sampai kesaksian korban dan pelaku kejahatan didengar dan putusan pengadilan dijatuhkan.
Perintah raja ini menekankan hukum berlaku bagi semua orang. Jaminan perlindungan dan kesetaraan perlakuan harus diberikan semata-mata berdasarkan hukum, terlepas dari status mereka.
Penangkapan ini disambut dengan suka cita oleh warga Saudi. Mereka semakin percaya, hukum ditegakkan tanpa pandang bulu oleh Raja Salman.
Dalam beberapa hari terakhir, rekaman video itu telah tersebar di Saudi, menunjukkan perilaku buruk Pangeran Saud dan teman-temannya. Video itu membuat marah warga Saudi.
© Dream
Ini bukanlah tindakan hukum pertama kali yang diambil dengan cepat dan transparan terhadap anggota keluarga kerajaan. Pada Oktober tahun lalu, Kementerian Dalam Negeri menyatakan Pangeran Turki bin Saud bin Turki bin Saud Al Kabeer telah dieksekusi mati di Riyadh.
Pangeran Turki dinyatakan terbukti bersalah membunuh warga biasa Saudi, Adel bin Suleiman bin Abdulkareem Al Muhaimeed. Menurut pernyataan kementerian, Pangeran Turki menembak mati Al Muhaimeed dalam perkelahian massal.
Sumber: arabnews.com
Advertisement

Hidupkan Ramadanmu, Teh Celup Sosro Hadirkan Kehangatan Berbuka

OVO Ungkap Pergeseran Ritme Digital Ramadan, Aktivitas Sahur Meningkat 79%


Rayakan 20 Tahun, Tsubaki Hadirkan Pengalaman Hair Treatment Kualitas Salon Jepang di Indonesia

Rayakan 20 Tahun, Tsubaki Hadirkan Pengalaman Hair Treatment Kualitas Salon Jepang di Indonesia


OVO Ungkap Pergeseran Ritme Digital Ramadan, Aktivitas Sahur Meningkat 79%