Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Putra Mahkota Kerajaan Arab Saudi Mohammed Bin Salman (Foto: Al Arabiya)
Dream - Raja Salman bin Abdulazis al-Saud mengeluarkan dekrit yang berisi penunjukan Pangeran Mohammed bin Salman sebagai Putra Mahkota Kerajaan Arab Saudi yang baru. Keputusan tersebut dikeluarkan Raja Salman pada, Rabu, 21 Juni 2017, pagi.
Pangeran Mohammed menggantikan putra lama Pangeran Mohammed bin Nayef yang saat ini dibebastugaskan.
The Saudi Press Agency (SPA) melaporkan pergantian ini terjadi setelah 31 dari 34 orang Dewan Suksesi Kekuasaan Arab Saudi memberikan suaranya kepada Pangeran Mohammed.
Atas keputusan itu, Raja Salman menyerukan kepada warga Arab Saudi untuk berjanji setia kepada Pangeran Mohammed. Pengangkatan itu tak membuat posisi Pangeran Mohammed di pemerintahan berubah. Dia kini menduduki posisi wakil perdana menteri dan tetap mengurusi pos lamanya sebagai Menteri Pertahanan.
Pangeran Mohammed dikenal sebagai orang yang bertanggung jawab atas serangan Arab Saudi ke Yaman.
Dalam dekrit tersebut berisi juga, penunjukan Pangeran Abdulazis bin Saud sebagai Menteri Dalam Negeri dan Ahmed bin Mohammed al-Salem sebagai wakil Menteri Dalam Negeri.
Menurut laporan Al Arabiya, dekrit yang dikeluarkan Raja Salman merombak secara besar-besaran posisi dan jabatan penting di pemerintahan Arab Saudi. Beberapa diantara posisi yang dirombak ialah asisten kepala intelejen, duta besar untuk Turki, hingga penasehat pengadilan dan kerajaan.(Sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya