Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Demonstrasi Mahasiswa Unnes Semarang Terkait Kenaikan Uang Pangkal (Foto: Solopos/Imam Yuda S)
Dream - Demo di Universitas Negeri Semarang (Unnes) berakhir ricuh, Kamis 7 Juni 2018. Keributan yang bermula dari usulan pembatalan uang pangkal itu beredar di media sosial.
Dari informasi yang tersebar, dikabarkan ada mahasiswa teritabrak mobil yang ditumpangi Rektor Unnes, Profesor Fathur Rokhman. Sehari setelah demo itu, Fathur membeberkan kronologi peristiwa kerusuhan itu.
Dalam keterangan yang diterima Semarangpos, Fathur mengatakan bahwa insiden itu bermula karena sikap mahasiswa yang memaksakan kehendak. Dia juga membenarkan ada aksi penghadangan terhadap mobil dinas yang ditumpanginya.
Dia menyebut beberapa mahasiswa sempat menggedor-gedor mobilnya dan memintanya turun. Tapi, Fathur menolak permintaan mahasiswa karena menilai cara penyampaian tuntutan itu tak akademis dan cenderung memaksakan kehendak. Dia pun meneruskan perjalanan mengendarai mobil dengan perlahan-lahan.
Dia menduga, sejumlah mahasiswa hanya melakukan aksi teatrikal dengan merebahkan tubuh di depan mobil. Seolah-olah tertabrak.
Saat ini, Rektorat Unnes sedang mengusut demo ini. Sebab, berdasarkan keterangan pihak keamanan kampus, aksi itu ditunggangi warga di luar sivitas akademik.
Unnes rencananya juga akan menggandeng Polrestabes Semarang untuk menjaga situasi kampus kondusif.
Kabar demonstrasi mahasiswa Unnes Semarang ramai di media sosial pasca diunggah akun Instagram @lamber_turah.
Dalam versi mahasiswa, mobil rektor, yang disebut menghindari dialog, menerabas sejumlah mahasiswa. Akibatnya, ada "banyak rekan mahasiswa yang terluka akibat diterjang oleh mobil yang di dalamnya ada rektor".
Fathur menilai kenaikan uang pangkal di Unnes telah sesuai dengan Peraturan Menteri Keuangan No. 204/PMK.05/2016 tentang Tarif Layanan Badan Layanan Umum Universitas Negeri Semarang di mana diterapkan dalam lima kategori berbeda, mulai dari Rp5 juta-Rp25 juta.
"Uang pangkal yang ditetapkan Unnes sudah sesuai kedua aturan tersebut. Uang pangkal terdiri dari lima kategori, sesuai dengan kemampuan ekonomi calon mahasiswa,” kata Fathur, dalam keterangan resmi, Kamis malam.
Fathur mengatakan, Unnes juga telah memberikan dispensasi bagi calon mahasiswa yang tidak mampu membayar uang pangkal. Dispensasi diberikan kepada calon mahasiswa berstatus yatim piatu, penghuni panti asuhan, tertimpa bencana, miskin yang hafal Alquran, serta yang layak dibantu setelah dilakukan validasi.
Sumber: Semarang.com/Imam Yuda S
Advertisement

Mengapa Ada Pusar Bodong dan Pusar Masuk? Ini Penjelasan Ilmiahnya

Deforestasi Amazon Brasil Turun ke Level Terendah, Ini 5 Pelajaran yang Bisa Ditiru Indonesia

Cuma 10 Menit Olahraga Sehari Bisa Bikin Tidur Lebih Nyenyak, Ini Temuan Peneliti

Sering Tersengat Listrik Saat Memegang Gagang Pintu? Ini Penyebab dan Cara Mencegahnya

Apa yang Terjadi Jika Semua Hutan di Bumi Hilang? Bukan Cuma Hewan, Kehidupan Manusia Ikut Terancam

Buah Kalengan Ternyata Bisa Menyehatkan, tetapi Perhatikan 2 Hal Ini Sebelum Membelinya
