6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Tulisan Kontroversial Di Papan Restoran (abc.net.au)
Dream - Walikota Longreach di Queensland mengatakan, tulisan di papan sebuah restoran yang mengatakan 'maaf, tidak menerima Muslim' sangat disayangkan.
Akibat peristiwa ini, pemilik restoran mendapat kecaman melalui telepon. Papan yang dipasang di luar restoran Eagles Nest Bar and Grill di Longreach menimbulkan kontroversi, setelah fotonya diupload di halaman Facebook restoran itu.
" Sedikit terkejut melihat tulisan 'tidak menerima muslim'.. maksudnya apa???," komentar Helen Day di halaman Facebook restoran itu.
Papan itu dipasang dengan tulisan; " 2000 tahun yang lalu Yesus membuat heboh saat mengubah air menjadi anggur.. tradisi berlanjut.. Kami mengubah uang menjadi bir (maaf tidak menerima muslim)."
Postingan di Facebook itu memicu beragam reaksi, sebagian mendukung dan sebagian mengecam. Pemilik restoran John Hawkes mengatakan tanda tersebut hanya bertahan 9 jam.
" Sehari setelahnya, restoran dan rumah saya menerima lebih dari 200 panggilan telepon," katanya.
" Meskipun sebagian mendukung kebebasan dalam berbicara dan sentimen patriotik, kami juga menerima panggilan yang bernada menghina dan mengancam. Atas ketidaknyamanan ini, saya minta maaf pada keluarga saya."
Hawkes tidak menyangka tulisan di papan restorannya itu menimbulkan kegaduhan di media sosial. Tapi dia menganggap akibat dari semua itu hanyalah reaksi, bukan aksi.
Walikota Longreach Joe Owens mengatakan dia yakin papan itu tidak mendapat dukungan dari mayoritas warganya.
Owens menambahkan peristiwa ini bisa memberi dampak buruk bagi citra kota Longreach. Namun ia menegaskan bahwa Longreach terbuka bagi semua agama.
" Aku sudah berbicara kepada pemilik restoran dan menunjukkan kesalahan yang dibuatnya. Longreach adalah kota yang terbuka bagi semua ras dan agama."
Ia menyayangkan kejadian tak menyenangkan ini dilakukan oleh salah satu warganya.
(Ism, Sumber: abc.net.au)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
