Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - Walikota Bandung Ridwan Kamil tengah dilaporkan ke polisi oleh seorang sopir angkutan perkotaan (Angkot). Dia dituding melakukan tindak pemukulan terhadap sopir tersebut.
Laporan ini dibantah oleh pria yang kerap disapa Emil. Dia mengatakan tuduhan tersebut tidak pernah terjadi.
" Tidak ada penamparan atau pemukulan. Orang itu preman omprengan ilegal bukan sopir Angkot," tulis Emil dalam akun Facebook milik dia, Senin, 21 Maret 2016.
Emil mengatakan sopir tersebut bersama sopir lainnya kerap beroperasi dengan memaksa warga masuk mobil. Dalam beroperasi, kata Emil, mereka tidak membawa surat legalitas seperti SIM serta STNK.
" Dia bagian dari komplotan preman yang suka maksa warga masuk ke mobilnya. Dan selama ini meresahkan sopir-sopir angkot karena menyerobot rute resmi dengan sebagian beking-beking oknum aparat," tulis Emil.
Emil sendiri mengaku sudah sering memberikan peringatan kepada mereka. Tetapi, para sopir tetap membandel hingga berujung pada penangkapan.
" 3 orang sudah saya tangkap, 1 saya serahkan ke Denpom karena oknum anggota TNI aktif," tulis Emil.
Selain itu, Emil juga mengaku sudah pernah berbicara dengan 5 orang sopir lain melalui jamuan makan di pendopo. Dia pun menawarkan pekerjaan kepada mereka di lingkungan Pemkot.
" Tapi banyak yang tetap melanggar hukum alias baredegong, yang kemarin itu kebetulan kepergok saat saya sedang bike to work, dan mau kabur," tulis dia.
Emil bahkan memberi jaminan aksinya dilihat sejumlah saksi termasuk polisi. Dia hanya ingin Bandung menjadi kota yang tertib.
" Bagaimanapun kota ini harus tertib dan premanisme harus dibasmi," kata dia.
Laporan itu dilayangkan oleh sopir bernama Taufik Hidayat. Dia mengaku ditampar Emil sebanyak tiga kali dan dipukul di bagian perut sebanyak dua kali.
Insiden tersebut diklaim Taufik terjadi pada Jumat pekan lalu sekitar pukul 11.30 WIB. Saat itu, Taufik tengah menunggu penumpang.
Di depan polisi, Taufik mengaku salah lantaran menunggu penumpang terlalu lama di shelter alun-alun Bandung. Tetapi, dia berdalih, hal itu seharusnya tidak bisa menjadi alasan bagi Emil untuk melakukan pemukulan.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya