2025, Kaum Robot Gantikan Manusia?

Reporter : Ervina
Kamis, 14 Agustus 2014 12:15
2025, Kaum Robot Gantikan Manusia?
Pada tahun 2025 dunia pekerjaan akan berubah secara radikal, tapi hal ini hanya berlaku bagi negara-negara yang telah berinvestasi di bidang pendidikan, teknologi, dan infrastruktur terkait.

Dream - Masih ingat kehadiran karakter robot pada film Transformer atau Doraeman? Manusia dan robot yang hidup berdampingan dalam sejumlah film fiksi ilmiah dan kartun nampaknya bukan lagi sekadar angan-angan belaka.

Namun pertanyaannya nanti, jika robot sudah banyak diadopsi dalam kehdiupan, bagaimana peran manusia? Akankah manusia akan terpinggirkan dan tergantikan kaum robot? Mengingat hingga kini robot kian berkembang hingga memiliki kecerdasan yang tidak kalah dengan manusia.

Pertanyaan dan kekhawatiran di atas setidaknya yang ditemui oleh sekitar 1.800 pakar teknologi informasi (IT) Pew Research Internet Project dan Elon University's Imagining the Internet Center. Menghadapi sejumlah kekhawatiran ini, para peneliti memprediksi robot tidak akan sepenuhnya menggantikan peran manusia.

Aaron White, salah satu bagian dari tim peneliti mengingatkan adanya potensi kekacauan dari isu ini. " Sejumlah responden mengkhawatirkan aspek evolusi teknis akan meningkatkan kesetaraan pendapatan, jumlah orang yang efektif untuk dipekerjakan dan kemungkinan kerusakan dalam tatanan sosial," ucapnya.

Setidaknya kekhawatiran Aaron justru membuat sekitar 52 persen responden yakin, kehadiran robot tidak akan mengesampingkan eksistensi manusia yang masih akan bertahan. Sedangkan 48 persen lainnya meyakini kalangan robot akan menguasai dunia dan menggantikan pekerjaan manusia hingga terjadi potensi pengangguran besar-besaran.

Berbeda dengan Aaron, JP Rangaswami selaku Kepala Ilmuwan dari Salesforce.com justru optimistis, hal ini akan menjadi celah bagi manusia untuk terus mengembangkan kemampuan robot. Menurutnya, pengembangan robot akan menjadi kesempatan bagi mereka yang berinvestasi dalam bidang pendidikan.

" Pada tahun 2025 dunia pekerjaan akan berubah secara radikal, tapi hal ini hanya berlaku bagi negara-negara yang telah berinvestasi di bidang pendidikan, teknologi, dan infrastruktur terkait. Mengingat beberapa pekerjaan nantinya akan lebih banyak dilakukan oleh robot atau Al," ucap Rangaswami.

Dalam suvei yang dilakukan oleh Internet Pew Research Center disebutkan, setidaknya ada 1.896 orang dari kalangan IT dimintai pendapatnya tentang kecerdasan buatan, robotika dan teknologi lain, yang berhubungan dengan tenaga kerja.

Meski menuai pro kontra di kalangan responden, namun mayoritas menyatakan sepakat jika cara terbaik untuk sebuah teknologi masa depan yang bermanfaat diawali dari meningkat kualitas pendidikan dan pelatihan masing-masing individu. (Ism)

Beri Komentar
Babak Baru Daus Mini Vs Daus Mini ‘KW'