Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
© MEN
Dream - Roman Abramovich diduga telah diracun dengan senjata kimia. Dugaan itu muncul setelah Abramovic dan anggota lain yang tergabung dalam kelompok negosiasi informal perdamaian Ukraina-Rusia mengalami gejala yang mirip dengan orang keracunan pada awal bulan ini.
Menurut laman Guardian, kecurigaan tersebut mencuat pada malam pembicaraan damai tatap muka pertama dalam beberapa minggu. Pembicaraan itu dilakukan di tengah kekhawatiran bahwa Kremlin tidak siap untuk berkompromi.
Klaim keracunan tersebut pertama kali dilaporkan oleh Wall Street Journal dan oleh media investigasi Bellingcat. Namun seorang pejabat AS kepada Reuters pada hari Senin mengatakan bahwa bukti tidak menunjukkan keracunan.
Sebuah sumber yang mengetahui langsung insiden tersebut kepada Guardian mengatakan bahwa Abramovic sedang ikut serta dalam negosiasi informal di ibukota Ukraina, Kiev, pada awal Maret. Kala itu dia mulai merasa sakit.
Menurut sumber itu, anggota parlemen Ukraina, Rustem Umerov, dan kelompok orang dalam negosiasi itu meninggalkan Ukraina ke Polandia. Mereka kemudian terbang ke Istanbul, Turki, untuk menerima perawatan medis.
" Itu selama perjalanan pertamanya ke Kiev. Abramovich kehilangan penglihatannya selama beberapa jam. Di Turki, mereka dirawat di klinik bersama Rustem," ujar sumber yang dikutip Guardian.
Sebelumnya, Bellingcat melaporkan bahwa setidaknya tiga pria diyakini menjadi korban dugaan keracunan.
" Bellingcat dapat mengonfirmasi bahwa tiga anggota delegasi yang menghadiri pembicaraan damai antara Ukraina dan Rusia pada malam 3 hingga 4 Maret 2022 mengalami gejala yang mirip dengan keracunan dengan senjata kimia," kata seorang sumber.
" Salah satu korban adalah pengusaha Rusia Roman Abramovich," tulis Bellingcat dalam Twitter.
Bellingcat mengatakan gejalanya termasuk peradangan mata dan kulit, rasa sakit yang menusuk di mata. Namun laporan itu menulis bahwa ketiga pria itu pulih dengan cepat. Mereka meninggalkan Kiev pada hari berikutnya, berkendara ke Polandia, dan kemudian terbang ke Istanbul.
" Ketiga pria yang mengalami gejala tersebut hanya mengonsumsi cokelat dan minum air beberapa jam sebelum gejala muncul. Anggota tim keempat yang juga mengonsumsi ini tidak mengalami gejala," tulis Bellingcat, yang mengatakan salah satu penyelidiknya telah diminta untuk memberikan pendapat tentang insiden tersebut oleh spesialis senjata kimia.
" Berdasarkan pemeriksaan jarak jauh dan di tempat, para ahli menyimpulkan bahwa gejalanya kemungkinan besar akibat … keracunan dengan senjata kimia yang tidak ditentukan," demikian laporan Bellingcat.
" Tes menunjukkan bahwa jika penyakit itu disebabkan oleh keracunan, itu tidak mungkin pada dosis yang dimaksudkan untuk membunuh," tambah Bellingcat.
Kelompok orang-orang yang diracun dilaporkan menyalahkan kelompok garis keras di Moskow, yang diduga " ingin menyabotase pembicaraan untuk mengakhiri perang" .
Melalui Facebook, Umerov menulis bahwa dirinya " baik-baik saja" , dan meminta orang-orang untuk tidak memercayai " informasi yang tidak diverifikasi" .
Diminta komentar, juru bicara presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskiy, mengatakan: " Ada banyak spekulasi saat ini, dan kami merekomendasikan untuk mengikuti informasi resmi."
Abramovich diberi sanksi awal bulan ini oleh Inggris karena " hubungannya yang jelas" dengan presiden Rusia, Vladimir Putin. Namun, dia lolos dari sanksi AS, karena kabarnya Zelenskiy meminta Washington menunda sanksi itu karena peran yang dimainkan Abramovich dalam negosiasi damai.
Abramovich pertama kali dilibatkan ke dalam pembicaraan damai sebagai saluran tidak resmi ke Vladimir Putin oleh produser film Ukraina, Alexander Rodnyansky.
" Ayah saya adalah penghubung awal untuk melibatkan Roman Abramovich dalam pembicaraan. Kami mencari tautan alternatif untuk mengomunikasikan posisi kami ke puncak," kata putra Rodnyansky.
" Apa yang bisa dilakukan Abramovich? Dia berpotensi bertemu Vladimir Putin dan mencoba menyampaikan sesuatu kepadanya. Tetapi secara umum, ada ruang lingkup terbatas untuk seberapa banyak yang dapat disampaikan Abramovic, mengingat kenyataan di Rusia. Pada saat yang sama, kita harus mencoba dan memberikan kesempatan untuk perdamaian apa pun," tambah dia.
Sebuah sumber di Moskow mengatakan Abramovich telah mengadakan pertemuan pribadi dengan Zelenskiy dan Putin selama sebulan terakhir dan telah melakukan perjalanan ke Istanbul pada hari Senin untuk mengambil bagian dalam pembicaraan di sana.
Negosiasi Abramovich telah berjalan paralel dengan negosiasi resmi antara tim perunding Rusia dan Ukraina, yang telah berlangsung di Belarusia.
Pembicaraan putaran ke dua di Belarusia terjadi sekitar waktu yang sama dengan tanggal kunjungan pertama Abramovich ke Kiev. Dua hari kemudian, seorang anggota tim perunding resmi Ukraina, Denys Kireev, ditembak mati.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya